Thursday, September 18, 2014

Jalur satu arah gagal atasi kemacetan, kebijakan Walikota Malang dikri

Jalur satu arah gagal atasi kemacetan, kebijakan Walikota Malang dikri




LENSAINDONESIA.COM: Kebijakan ‎ Walikota Malang HM Anton terkait penerapan jalur satu arah menui kritik dari anggota DPRD Kota Malang, Arief Wicaksono.


Menurut Arief, penerapan jalur searah itu tidak bisa mengatasi kemacetan arus lalu lintas di Kota Malang.


Baca juga: Dana renovasi Terminal Arjosari belum cair Dishub Kota Malang resah dan Pemkot Malang siap kembangkan One Way di lokasi baru


“Jalur satu arah seperti di Jalan Panjaitan dan Gajayana ternyata belum bisa mengatasi kemacetan kan? Menurut saya perlu dikaji ulang,” jelas Arief Wicaksono, Kamis (18/09/2014).


Kata Arief, seharusnya Dinas Perhubungan (Dishub) melakukan kajian secara holistik. Itu pun tidak hanya melibatkan satu perguruan tinggi saja. Sebab di Malang ini banyak perguruan tinggi yang juga memiliki pakar transportasi.


Maka ia berharap agar dalam mengatasi kemacetan Lalin itu Pemkot Malang juga mencoba terobosan baru. Di antaranya membuat jalan baru atau meningkatkan kualitas jalan.


“Selain itu, jalan-jalan tembus dioptimalkan dan dibenahi. Sehingga, arus lalu lintas tidak menumpuk di jalan itu-itu saja. Sebab, selama 1o tahun terakhir ini belum pernah Pemkot buat jalan baru,” pungkasnya politisi yang direkom DPP PDIP menjadi Ketua DPRD Kota Malang periode 2014-2019 ini.@aji_dewa_roisky


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment