LENSAINDONESIA.COM: Berdasarkan hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan menjadi pihak yang paling disalahkan ketimbang DPR RI bila Rancangan Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (RUU Pilkada) yang kini digodok jadi disahkan.
SBY akan dianggap sebagai aktor utama karena pemerintah selaku pengusul. Apalagi, Undang-Undang (UU) adalah persetujuan bersama pemerintah dan DPR.
Baca juga: Susul Ahok, Ketua DPC Partai Gerindra Surabaya mengundurkan diri dan Ibas: Demokrasi jangan mundur, PD dukung Pilkada dipilih langsung
Hasil survei LSI menyebutkan, sebanyak 60,68 persen responden menyatakan Presiden SBY yang paling bersalah. Sementara, yang menyalahkan DPR hanya 32,72 persen.
“Publik lebih menyalahkan SBY karena RUU Pilkada awalnya merupakan inisiatif pemerintah,” ujar Peneliti LSI, Adrian Sopa dalam memaparkan hasil surveinya, Jakarta, Kamis (18/09/2014).
Lebih lanjut dijelaskan, mereka (publik) yang menyatakan Presiden bersalah, adalah merata di semua segmen masyarakat. “Namun demikian, mereka (pemilih pria), tinggal di kota, berpendidikan tinggi dan berstatys ekonomi menengah atas adalah lebih tinggi prosentasinya menyatakan SBY bersalah dibanding dengan mereka wanita tinggal di pedesaan dan berekonomi bawah,” terangnya.
Tingginya prosentasi kelas menengah perkotaan menyalahkan SBY jika pilkada oleh DPRD, dinilai karena pemahaman mereka terhadap pentingnya posisi SBY sebagai presiden dan Ketua Umum Partai Demokrat yang saat ini merupakan partai peraih kursi terbanyak di parlemen periode 2009-2014.
Dari informasi yang berkembang, pada 25 September 2014, DPR akan melakukan rencana pembahasan paripurna RUU Pilkada dan akan membuat keputusan apakah pemilihan kepala daerah tetap dilakukan secara langsung oleh masyarakat ataukah dikakukan pemilihan melalui DPRD.
Diketahui, LSI kembali mengadakan survei kedua khusus untuk merespon ‘polemik RUU Pilkada’. Survei ini dilakukan melalui quick poll pada 14-16 September dengan menggunakan metode multistage random sampling dengan responden 1200 responden. Sedangkan margin of error sebersar kurang lebih 2,9 persen. Survei dilakukan di 33 propinsi di Indonesia dan juga melengkapi survei dengan penelitian dengan metoden analisis media, FGD, dan in depth interview.@yuanto
0 comments:
Post a Comment