LENSAINDONESIA.COM: Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Tjahjo Kumolo menegaskan, Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV PDIP tidak membahas nama-nama calon menteri dalam kabinet pemerintahan Jokowi-JK.
Menurutnya, Rakernas yang digelar di Semarang, Jawa Tengah, 19-21 September 2014 itu hanya membahas agenda-agenda penting terkait perubahan posisi PDIP dari oposisi menjadi partai pendukung pemerintahan.
Baca juga: PAN dan PPP hadiri Rakernas, Sekjen PDIP: Kami tak sekedar mengundang dan Dua organisasi buruh usulkan Andi Gani Nena Wea jadi Menakertrans
“Sekali lagi, soal menteri itu hak prerogatif presiden, bukan urusan partai,” tegas Tjahjo menjawab pertanyaan wartawan, di arena Rakernas, Marina Convention Center Semarang, Jumat (19/09/14) malam.
Ia juga menolak mengomentari soal komposisi kabinet yang akan disusun Jokowi-JK. Dikatakannya, PDIP maupun partai-partai pendukung lainnya, tetap pada komitmen koalisi tanpa syarat dan menyerahkan penyusunan kabinet sepenuhnya kepada Joko Widodo sebagai Presiden terpilih.
Ditanya soal bagaimana posisi calon-calon menteri yang berasal dari profesional non partisan namun diusulkan oleh sejumlah organisasi relawan melalui partai, Tjahjo berpendapat tak ada masalah.
“Mereka tetap profesional. Dalam hal ini partai hanya ‘dititipi’. Sebagaimana juga ada yang menitipkan usulan melalui surat pos atau ke tim transisi. Jadi mereka tetap bukan bagian dari (profesional) partai,” jelasnya.
Sebelumnya, di tengah berlangsungnya Rakernas PDIP, sejumlah organisasi dan kelompok relawan mengusulkan beberapa nama calon menteri untuk kabinet mendatang. Diantaranya, ada nama Agus Martowardoyo di posisi Menteri Keuangan, Andi Gani Nena Wea sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Mahendra Siregar sebagai Menteri Perdagangan.@choi
0 comments:
Post a Comment