LENSAINDONESIA.COM: Rapat paripurna kedua yang akan mengagendakan pengesahan rancangan acara sidang, pembentukan fraksi/kelompok anggota, serta pengesahan tata cara pemilihan pimpinan MPR terpaksa diskors.
Paripurna MPR yang semula dijadwalkan pukul 10.00 WIB harus ditunda karena tidak mencapai kuorum.
Sidang kemudian dimulai lagi pukul 11.00 WIB tapi kemudian diskors sampai pukul 12.00 WIB. Tetundanya paripurna kedua ini akibat banyak anggota DPR yang tidak hadir.
Baca juga: Golkar ajukan Titiek Soeharto jadi calon pimpinan MPR dan Paripurna kedua, sahkan cara pemilihan pimpinan MPR
Belum juga waktu menunjukkan pukul 12.00 WIB, Kamis (2/10/2014) skorsing dicabut oleh pimpinan MPR sementara Maimanah Umar yang menggantikan Mudaffar Syah karena sakit. Namun tak sampai 5 menit, skors kembali diberlakukan.
“Skors sudah satu jam, bagaimana kita mulai lalu skors lagi nanti jam 13.00 WIB,” usul politisi Demokrat Ruhut Sitompul menginterupsi pimpinan sebelum membuka jalannya sidang di Ruang Sidang Paripurna I DPR, Senayan, Jakarta, Kamis siang.
Alhasil atas usulan tersebut, Maimanah didampingi wakil pimpinan MPR sementara Ade Rizki membuka jalannya sidang. Akan tetapi dikarenakan jumlah anggota yang hadir tidak mencapai setengahnya, dia berniat untuk menunda sidang ini hingga esok.
“Berdasarkan daftar hadir 233 orang dari 629 orang. Karena kehadiran anggota belum juga mencapai kuorum, maka sidang paripurna hari ini kita tunda,” putusnya sambil mengetuk palu.
Sontak saja, keputusan ini mengundang interupsi. Seorang perwakilan DPD meminta agar sidang tetap dilaksanakan hari ini karena pihaknya juga akan menggelar rapat pukul 14.00 WIB nanti.
Mendengar itu, Maimanah yang berkerudung ungu itu mengubah keputusannya.
“Ya, jam 14.00 WIB kan. Sehubungan dengan itu kita tunda sembali, direncanakan jam 13.00 WIB,” tutupnya.@ridwan_LICOM
0 comments:
Post a Comment