LENSAINDONESIA.COM: Politisi Partai Golkar Agun Gunanjar Sudarsa mengakui, ada desain percepatan Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar untuk memilih ketua umum baru diawali Rapimnas, demi memuluskan ambisi Aburizal Bakrie (ARB) alias Ical untuk dipilih secara aklamasi menduduki kembali kursi empuk Ketua Umum DPP Partai Golkar 2015-2020.
“Betul sekali, ini adalah desain lama yang sudah saya suarakan. Desain percepatan Munas diawali Rapimnas untuk aklamasi ARB jadi Ketum kembali. Saya yakin para Ketua DPD Provinsi kabupaten/kota se Indonesia pada saatnya di Munas akan berubah,” kata Agun di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, hari inii (20/11/2014).
Baca juga: Golkar pemenang kedua Pemilu, posisi di KMP jangan sampai mengekor dan Agung Laksono senang jadwal Munas Golkar dipercepat
Selain itu, kata dia, kader-kader partai Golkar yang masih punya mata, hati, telinga dan pikiran yang sehat harus melihat tantangan dan masa depan partai di Pemilu 2019.
“Untuk itu, Munas yang di Bandung harus melibatkan KPK. Pemungutan dilakukan secara rahasia (tertutup),” kata politisi ini.
Agung tidak menyingggung kenapa ARB dan para pendukungnya sangat ambisi mempertahankan kursi terhomat Partai Golkar harus merekayasa dengan membuat desain besar seperti itu.
Pastinya, Golkar sebagai partai pemenang Pemilu nomer dua setelah PDIP, kini menjadi partai penentu di DPR RI. Ini terkait posisi Golkar menjadi partai lokomotif Koalisi Merah Putih (KMP) dalam melakukan fungsi pengawasan, penganggaran, dan regulasi selama pemerintahan
Jokowi dan Jusuf Kalla yang di-back up partai-partai Koalisi Indonesia Hebat. Apalagi, ARB memegang jabatan strategis Ketua Presidium KMP, dibantu Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Praktis, jabatan ARB di KMP itu memiliki posisi tawar cukup besar atau bisa bikin “keder”" Presiden Jokowi dan jajaran pemerintahan Jookowi-JK. Sudah jadi rahasa umum bahwa “orang-orang ARB” seperti Setya Novanto –Bendahara Umum DPP GOlkar–, misalnya, menjadi Ketua DPR RI. Termasuk, para anggota DPR lainnya yang kini menduduki jabatan strategi di AKD (Alat Kelengkapan DPR).
Diketahui, Ketua DPP Partai Golkar Tantowi Yahya mengatakan, Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) VII di Yogyakarta memutuskan bahwa Musyawarah Nasional (Munas) akan digelar 30 November 2014. Keputusan ini berbeda dengan yang ditetapkan sebelumnya, yaitu Januari 2015.
Rencananya, Munas IX itu akan dilaksanakan di Bandung, Jawa Barat.
“Keputusan sudah final, Munas akan dilaksanakan 30 November 2014,” kata Tantowi,dalam jumpa pers di sela-sela Rapimnas VII Golkar di Hotel Melia Purosani, Yogyakarta, Rabu (19/11/2014).
Menurut Tantowi, dimajukannya pelaksanaan Munas tidak menyalahi aturan. Ia menegaskan, keputusan itu sudah dikaji secara hukum dan tidak melanggar aturan-aturan partai. @endang
0 comments:
Post a Comment