LENSAINDONESIA.COM: Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama yang biasa dipanggil Ahok akan menggelar rapat pimpinan pada Senin (24/11/2014) mendatang, untuk membahas mengenai banjir di ibu kota yang belakangan ini mulai terjadi.
“Nanti Senin, akan saya kumpulkan karena ada Rampim. Saya mau cocokkan antara laporan RW, Lurah dengan pengurus pompa dan PU (Dinas Pekerjaan Umum),” terang Gubernur DKI Jakarta, Ahok di balai kota, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (20/11/2014).
Baca juga: Pemprov DKI Jakarta klaim banjir tahun ini tak separah musim lalu dan DPRD DKI Jakarta minta Dinas Kebersihan bersiap antisipasi banjir
Menurut Ahok, masalah banjir di sejumlah wilayah Jakarta terjadi karena pompa penyedot air tidak mampu digunakan, lantaran tak ada biaya untuk membeli solar. “Sebagian (mesin pompa) juga enggak jalan, enggak hidup, enggak bisa distarter,” jelas Gubenru DKI Jakarta pengganti Jokowi ini.
Ketiadaan bahan bakar untuk menghidupkan pompa tersebut karena pengadaannya melalui tender. “Nah, ini mesti kita rubah, enggak boleh lagi ditender. Solar ditender kan lucu. Kenapa enggak suruh mereka beli sendiri?,” sambungnya.
Mengenai fokus penanganan banjir, Ahok mengaku tak mengetahui persis wilayah mana saja yang akan diprioritaskan. Namun, dia menerangkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah meminta ijin kepada Kementerian PU untuk membongkar atau menggali titik-titik yang perlu dibenahi. “Enggak ada alat berat, jadi menteri PU juga sudah kasih tahu yang mana kami bisa masuk, ya kami masuk,” jelasnya.
Adapun penanganan jangka pendek, adalah mengirimkan alat berat dan pompa. “Jadi kalau mesti dibongkar, bongkar. Mesti disheetpile, sheetpile cepat,” pungkas Ahok.
Sekedar diketahui, berdasar data TMC Polda Metro Jaya, terdapat 14 titik banjir akibat hujan deras, Rabu (19/11/2014) malam, yang dilaporkan warga sejak pukul 00.00 WIB hingga pukul 07.17 WIB pagi tadi. @fatah_sidik
Berikut titik-titik banjir tersebut:
1. Gunung Sahari depan Lantamal, banjir tercatat pukul 07.17 WIB.
2. Ruas Jalan Kampung Melayu, Tebet, arah jalan layang Kampung Melayu, banjir
terjadi pukul 07.16 WIB.
3. Daerah gedung Peluru, Jakarta Selatan, banjir terpantau pukul 07.08 WIB.
4. Jalan KH Abdullah Syafei, Casablanca, ke arah Terminal Kampung Melayu/Prumpung
depan Alfamidi, banjir pukul 07.06 WIB.
5. Kampung Melayu, Bukit Duri, Tebet, banjir tercatat pukul 06.34 WIB.
6. Jalan sepanjang Cililitan menuju Jalan Dewi Sartika, banjir terjadi pukul 06.31 WIB.
7. Kampung Melayu arah Gembong.
8. Kampung Pulo, Jakarta Timur, banjir pukul 05.32 WIB.
9. Di depan SMA 8, Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, banjir tercatat pukul 05.30 WIB.
10. Di Belakang Masjid Al-Hawi, Kampung Keramat, belakang Condet, Jakarta Timur,
banjir setinggi 20-40 sentimeter terjadi pukul 05.27 WIB.
11. Di Pasar Induk Kramat Jati dan pertigaan Hek, banjir setinggi 20 sentimeter
terpantau pada pukul 05.26 WIB.
12. Tanjung Sanyang, Cawang, Jakarta Timur, banjir pukul 05.17 WIB.
13. Kelurahan Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, banjir terjadi pukul 05.16 WIB.
14. Jalan Raya Bogor, depan halte Transjakarta Pasar Induk Kramat Jati, banjir
tercatat pukul 02.48 WIB.
0 comments:
Post a Comment