Wednesday, November 19, 2014

Investasi di Lamongan tahun 2014 mencapai Rp 810 miliar.

Investasi di Lamongan tahun 2014 mencapai Rp 810 miliar.




LENSAINDONESIA.COM: Kabupaten Lamongan masih mendadi favorit untuk investasi. Terbukti, selama tahun 2014, realisasi investasi berhasil mencapai angka Rp 810 miliar. Mski tergolong pencapaian yang tinggi, hasil tahun ini masih kalah dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 941 miliar.


Kepala Badan Penanaman Modal dan Perijinan (BPMP) Chairil Anwar dalam sambutanya dalam acara Busines Gathering, Rabu (19/11/2014) mengatakan memang telah terjadi penurunan pencapaian investasi dari tahun lalu. Namun hasil kali ini terbilang cukup tinggi jika untuk tingkat Kabupaten.


Baca juga: Pengenalan bulu tangkis usia dini Lamongan raih rekor MURI dan Harga ikan Lamongan jadi acuan di Jatim


“Acara ini untuk meningkatkan pemahaman dan persepsi yang sama di bidang investasidi Kabupaten Lamongan. Tujuannya untuk menjalin komunikasi dan kemitraan yang saling menguntungkan antara pemerintah daerah dan dunia usaha sehingga dapat tumbuh investasi baru dan mengembangkan investasi yang sudah ada,” kaya Chairil Anwar.


Sementara itu, Sementara Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jatim Heribertus Gunawan yang juga menjadi nara sumber mengatakan dalam waktu dekat Indonesia akan menghadapi ASEAN Free Trade Area (AFTA) tahun 2015. Menurutnya, dari data yang ada saat ini diperkirakan 600 juta penduduk ASEAN dapat menjadi pasar potensial.


“Akan banyak barang serta investasi yang akan masuk dan keluar. Oleh karena itu ada tiga hal yang perlu diperhatikan agar investor mau menanamkan modalnya. Yakni kondisi infrastruktur seperti, jalan, pelabuhan, dan bandara. Kemudian kelengkapan infrastruktur untuk menekan biaya logistik, serta ketersediaan SDM (sumber daya manusia) yang berkualitas,” ungkap Heribertus Gunawan.


Untuk itu, dirinya juga menyarankan saat investor akan menanamkan modalnya, hendaknya melakukan maping bagaimana kondisi masyarakat sekitar, serta kebijakan terkait Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) dan perkembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) apakah sudah sesuai ekpektasi.


“Jangan sampai telah didirikan perusahaan terhalang oleh komunitas yang belum siap sehingga menimbulkan masalah,“ imbuhnya


Hal senada juga disampaikan, Bupati Fadeli, yang mengatakan saat ini sudah banyak investor yang telah menanamkan modalnya di Kabupaten Lamongan meskipun percepatan pembangunannya masih belum optimal. Disebutkan, di wilayah pantura saja sudah terdapat tujuh perusahaan yang telah mengolah sekitar 30% produksi ikan yang dihasilkan oleh Lamongan.


“Kabupaten Lamongan juga dilewati oleh 68km Sungai Bengawan Solo. Ini merupakan potensi yang luar biasa, apalagi saatini Kabupaten Lamongan dengan bantuan Bappenas telah meneken kerjasama terkait penyaluran air bersih dengan kapasitas 200 liter/detik di wilayah pantura,” kata Fadeli.@Ali_Mukhtar***


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment