LENSAINDONESIA.COM: Pengamanan di Balai Kota DKI Jakarta diperketat hari ini Rabu (19/11/2014). Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya gelombang massa yang menolak Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Sejumlah kendaraan taktis anti huru hara Polri sudah terparkir di depan Gedung Balai Kota DKI Jakarta sejak pagi. Dua unit water canon, satu mobil pengangkut kawat berduri, tiga mobil taktis jenis barracuda dan dua truk pengangkut personel kepolisian stand by di lokasi sejak pagi.
Baca juga: Polda Metro Jaya siap bubarkan demo saat pelantikan Gubernur DKI dan PKB stop wacana Gubernur tandingan, Ahok harus satukan toleransi agama
Selain itu, sebelumnya 12 anggota Gegana Polda Metro Jaya mendatangi Balai Kota DKI Jakarta dan melakukan penyisiran ke beberapa ruangan. Tim ini juga menentukan jalur evakuasi darurat jika terjadi hal yang tak diinginkan.
Persiapan ketat ini dilakukan jika terjadi situasi genting yang membahayakan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta. Pasalnya, ada sinyalemen bahwa sejumlah kelompok massa terutama FPI tak mau jika Jakarta dipimpin oleh Ahok dan mengancam akan mengerahkan massa. @andiono
0 comments:
Post a Comment