Wednesday, November 19, 2014

Pabrik Gula Pesantren Baru dituding serobot lahan warga

Pabrik Gula Pesantren Baru dituding serobot lahan warga




LENSAINDONESIA.COM: Ratusan warga Desa Plosoklaten dan Wates, Kabupaten Kediri dengan dimotori LSM Gerakan Rakyat Indonesia (GRIB), berdemo di Pabrik Gula (PG) Pesantren Baru, Rabu (19/11/2014) .


Para warga meminta pihak Pabrik Gula Pesantren Baru menjelaskan lahan pihak PG yang diduga melebihi ukuran yang ada. Diketahui dari surat HGU yang dipunyai PG Pesantren Baru menyebutkan bahwa ukuran lahannya kurang lebih 2290 hektar, yang ada di Desa Plosoklaten dan Wates Kabupaten Kediri. Namun data yang dipunyai GRIB berbeda, yakni cuma seluas 1700 hektar.


Baca juga: Ratusan karyawan Pabrik Gula Meritjan mogok kerja dan Lahan seluas 7 hektar milik PG Pesantren Baru dikuasai ormas


“Kami meminta PTPN X melakukan ukur ulang atas tanah HGU yang saat ini dipakai. Karena ada dugaan dan juga data yang dipunya GRIB berbeda dengan Surat HGU milik Pabrik Gula Pesantren Baru,” ungkap kordinator aksi Bagyo saat melakukan orasi di depan pintu masuk PG Pesantren baru ini.


Menurut Bagyo, warga menuntut hak mereka dengan minta kejelasan pada pihak PTPN X atas lahan HGU yang saat ini dikuasai Pabrik Gula Pesantren Baru. “Kami semua meminta surat foto kopi HGU namun tidak dikasih dan saat ini kami minta dilakukan pengukuran ulang,” pungkas Bagyo.


Dikonfirmasi terpisah, General Manajer PG Pesantren Baru, Arifin menjelaskan keterangan pihak PTPN X mengatakan bahwa surat HGU yang dimilikinya sudah sesuai dengan 14 sertifikat yang dimiliki dan baru 2011 diperbaharui. “Kami bekerja sesuai dengan data yang ada di pemerintahan,” ungkapnya.


Arifin juga menambahkan, kalaupun ada lahan yang ukurannya tidak sesuai dengan data dari pihak pendemo, seharusnya pihak pertanahan yang diminta pertanggung jawaban. “Kewenangan ada di BPN. Kalaupun diukur ulang ya silahkan saja,” tegasnya. @andik kartika


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment