LENSAINDONESIA.COM: Pengamat politik Universitas Bung Karno (UBK) Jakarta, Reza Haryadi menilai, dipercepatnya pelaksanaan musyawarah nasional (Munas) IX Golkar, tak lepas dari manuver ketua umumnya, Aburizal Bakrie (Ical), yang berencana kembali maju.
Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) VII Golkar di Yogyakarta pada 17-20 November lalu, menetapkan pelaksanaan Munas dipercepat menjadi 1-4 Desember nanti di Surabaya.
Baca juga: DPD Golkar DKI Jakarta kompak dukung Aburizal Bakrie dan Ada skenario besar ARB ogah diganti, bikin 'keder' Presiden Jokowi
Sementara, keputusan sebelumnya, yakni poin kelima rekomendasi Munas VIII Golkar di Pekanbaru, Riau, pada 2009 mengamanatkan forum tertinggi partai beringin tersebut
digelar pada awal 2015.
“Tentu, ini adalah bagian tak terpisahkan dari manuver Ical untuk kembali menjadi ketua umum, karena belum mendapatkan hasil maksimal dari pilpres kemarin,” kata Reza saat dihubungi Licom di Jakarta, Sabtu (22/11/2014).
Namun, kata kandidat peraih gelar doktor ilmu politik Universitas Indonesia (UI) ini berkeyakinan, peluang Bos Grup Bakrie itu untuk kembali memimpin partai peninggalan Orde Baru (Orba) tersebut sangat minim, karena ada beberapa alasan.
Pertama, ada banyak kader yang ingin maju sebagai ketua umum, seperti Agung Laksono, Hajriyanto Y. Thohari, Agus Gumiwang Kartasasmita, Priyo Budi Santoso, Zainuddin Amali, MS Hidayat, dan Airlangga Hartanto.
Kedua, figur-figur sentral, seperti Jusuf Kalla misalnya, sambung Reza, ingin membawa Golkar kembali berada di dalam pemerintahan. “Selain itu, JK juga akan kembali memasukkan kader-kader muda yang sebelumnya dipecat Ical karena masalah perbedaan pilihan politik dalam pilpres,” jelasnya.
Ketiga, kata Reza, Ical juga banyak mengecewakan kader daerah, karena tak merealisasikan janjinya saat akan maju sebagai ketua umum pada 2009 lalu, seperti memberi bantuan dana kepada pengurus di daerah. “Dan membangun kantor DPP.” katanya.@fatah_sidik***
0 comments:
Post a Comment