LENSAINDONESIA.COM: Unit III Asusila Subdit IV/ Renakta Polda Jatim, menggerebek Grand salon dan kecantikan Jl Ambengan IW Surabaya, yang menyediakan prostitusi terselubung jenis layanan esek-esek. Sembilan pekerja salon plus-plus di dalamnya diciduk dan dibawa ke Mapolda Jatim untuk dimintai keterangan.
Petugas Unit Asusila Polda Jatim yang melakukan penggerebekan Senin (1/12/2014) sekitar pukul 17.30 WIB, menggelandang sembilan wanita yang mengaku sebagai tenaga kecantikan. Uniknya, para pekerja Grand salon dan kecantikan ini sempat menolak dan menangis histeris saat akan dimasukkan dalam tiga mobil untuk dibawa Mapolda.
Baca juga: Pemalsu merk Salon Yemember dieksekusi jaksa usai persidangan dan Puluhan pemijat cantik menangis saat diamankan Satpol PP Surabaya
Usai digerebek, Grand Salon yang menyediakan layanan prostitusi terselubung langsung ditutup dan dikunci. Namun polisi tidak memasang police line (garis Polisi) sebagai tanda salon plus-plus tersebut disegel untuk sementara.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Awi Setiyono saat dihubungi melalui Ponselnya membenarkan penggerebekan Grand Salon yang menyediakan prostitusi terselubung dan saat ini petugas sudah menetapkan dua orang sebagai tersangka. “Benar, tadi anggota telah melakukan penggerebekan di salah satu salon plus-plus di Jl Ambengan. Saat ini penyidik sudah menetapkan dua tersangka yakni pemilik Salon dan maminya sementara anak buahnya hanya dimintai keterangan,” terangnya.
Kombes Pol Awi Setiyono menambahkan, Grand Salon ini sudah lama diincar karena ditengarai juga berperan sebagai salon plus-plus yang menyediakan layanan esek-esek dengan tarif Rp 1 juta sekali kencan. “Mereka menyediakan praktek plus-plus dan bisa langsung main di tempat. Sekali main tarifnya Rp 1 juta. Namun kalau dibawa keluar, tarifnya Rp 2 juta,” tambahnya.@rofik
0 comments:
Post a Comment