LENSAINDONESIA.COM: Ironis. Di tengah riuhnya pemerintah mengeluarkan kebijakan memberikan tunjangan pembelian
mobil dinas pejabat negara setingkat eselon, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) yang jumlahnya mencapai
6.994 orang, bekerja sejak 2009 sampai sekarang hanya mendapatkan ‘tali asih’ atau honor sebesar Rp300.000/bulan.
Karenanya, TKSK meminta Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa untuk memperhatikan kesejahteraan tenaga level bawah. Pasalnya,
Baca juga: Mensos : Baru 29 lokalisasi di Jatim yang resmi ditutup dan Mensos: 1,8 juta TKI bermasalah dipulangkan secara bertahap
“Itu pun (per buan Rp300 ribu) diberikan oleh Pemerintah per tiga bulan sekali,” kata mewakili aspirasi TKSK asal
Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan dalam keterangannya di Jakarta, hari ini (02/04/2015).
Padahal, lanjut Ihsan, TKSK merupakan ujung tombak tiap kecamatan untuk pendataan Penyandang Masalah kesejahteraan Sosial (PMKS). Menurut Ihsan, sedikitnya ada 26 PMKS yang tersebar di Indonesia. Diantaranya masalah kebencanaan, ketunaan, keterlantaran, kecacatan, kemiskinan, keterpencilan, dan tindak kekerasan.
“Pendataan ini nantinya akan dilaporkan ke Dinas Sosial kabupaten yang diketahui oleh kecamatan setempat sebagai
bahan bahwa TKSK sudah menjalankan kewajibannya,” ujarnya.
Ihsan menuturkan, jumlah TKSK di seluruh Indonesia sekitar 6.994 orang. Mereka tersebar di tiap-tiap kecamatan
di Indonesia. Dengan jumlah ‘tali asih’ yang hanya Rp300.000, kata Ihsan, sungguh tidak bisa untuk memenuhi
kebutuhan hidup teman-teman.
“Bagaimana TKSK bisa bantu sejahterakan masyarakat, sementara kami sendiri sangat tidak sejahtera,” tegasnya.
Karena itulah, TKSK berharap agar Mensos cari solusi, sehingga tingkat kesejahteraannya meningkat.
“Ya, minimal kami menerima gaji setara upah minimum propinsi (UMP), atau diangkat statusnya sebagai CPNS. Sebab,
masa kerja kami sudah lama,” pungkasnya. @endang
0 comments:
Post a Comment