Monday, April 6, 2015

Kisah Ola, anak yang diajak minum racun orang tuanya di Kediri

Kisah Ola, anak yang diajak minum racun orang tuanya di Kediri




LENSAINDONESIA.COM: Satu keluarga asal Kabupaten Kediri yang bunuh diri bersama dengan cara minum racun serangga, meninggalkan cerita yang menarik sekaligus iba.


Pasalnya, sang anak Theola Nadifa (7) semasa hidupnya dikenal sebagai anak yang cerdas dan selalu masuk dalam rangking 10 besar dikelas.


Baca juga: Tak kuat hidup miskin, sekeluarga bunuh diri bersama dan Pelajar bawa lari gadis dibawah umur


Almarhum Theola Nadifa atau Ola, adalah pelajar kelas 1 Sekolah Dasar Negeri 1 Kelurahan Semampir Kota Kediri. Almarhum Ola bisa dikatakan anak yang cerdas, merujuk dari hasil nilai ujian tengah semester yang telah dijalaninya.


Ia selalu mendapat nilai bagus. Nilai almarhum Ola rata-rata 100.


Hal ini diungkapkan guru wali kelasnya Yuli Lestariningsih. Dengan mencoba menahan air mata dia menceritakan sosok Ola yang selain juga dikenal guru sebagai pribadi yang santun.


“Almarhumah kami kenal sebagai anak yang cerdas, rata-rata nilai dari ujian nya 100, dan dia memiliki kepribadian yang sangat bagus,” ungkapnya.


Lestari sama sekali tidak menyangka jika muridnya meninggal dengan cara yang

tragis. Ia mengaku, terakhir kali bertemu dengan korban pada tanggal 20 Maret lalu,selesai mengikuti UTS.


Ia mengungkapkan tiga hari sebelum kejadian nahas tersebut, ayah korban yang juga pelaku bunuh diri bersama, Yudi Santoso (45) datang ke sekolah memberitahukan sekaligus meminta ijin jika Ola tidak bisa masuk ke sekolah dengan alasan sakit.


“Ketika itu ayahnya sempat datang ke sekolah untuk meminta izin, jika anaknya tidak dapat masuk sekolah karena sakit,” terangnya.


Ola sendiri diduga diracuni dengan cara mencampurkan racun serangga di minuman suplemen.


Diketahui, Warga Dusun Morangan Desa Minggiran Kecamatan Papar Kabupaten Kediri gempar setelah ada satu keluarga yang terdiri dari ayah,ibu dan anak ditemukan meninggal dalam kondisi membusuk di dalam kamar rumahnya.


Polisi menduga, mereka meninggal dengan cara tidak wajar, yakni bunuh diri. Dari data yang dihimpun dilokasi,peristiwa ini kali pertama diketahui oleh saksi adik korban bernama Amin, sekitar pukul 19.00 WIB pada Jumat (3/4/2015) malam.


Ketika itu Amin, yang baru pulang bekerja dari Surabaya, menemukan kondisi kakak kandungnya (Yudi Santoso) , kakak ipar (Retno) dan keponakanya (Theola Nadifa) dalam keadaan meninggal di dalam kamar.


Dugaan bunuh diri ini, menguat setelah petugas menemukan barang bukti berupa racun dan surat wasiat yang ditulis oleh korban sebelum meninggal. @ andik kartika


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment