Monday, April 6, 2015

Tjahjo tolak tanggapi isu Waketum, Kongres PDIP konsolidasi strategis

Tjahjo tolak tanggapi isu Waketum, Kongres PDIP konsolidasi strategis




LENSAINDONESIA.COM: Mantan Sekjen PDI Perjuangan, Tjahjo Kumolo tak mau menanggapi adanya isu wacana akan ada pemilihan Wakil Ketua Umum (Waketum) mendampingi Ketum Megawati saat Kongres PDI Perjuangan di Bali 9-12 April mendatang.


“Agenda Kongres akan mengkonsolidasikan beberapa agenda kerja strategis untuk membawa posisi politik Partai PDI Perjuangan ke depan,” tegas politisi senior PDI Perjuangan Tjahjo menjawab pertanyaan LICOM terkait isu itu, Jakarta, Minggu malam (5/4/15).


Baca juga: PDIP Surabaya sekali Mega tetap Megawati pimpin PDIP lagi dan PDI P: Penggiringan opini oleh lembaga survei tidak akan berhasil


Tjahjo seperti tidak tertarik menanggapi isu itu. Dia lebih mempertegas soal agenda strategis PDI Perjuangan yang tetap dalam kendali Megawati.


“Posisi Ketua Umum Partai ke depan (Megawati Soekarno Puteri, red) ke depan secara organisatoris telah ditetapkan dalam Rakernas Partai di Semarang tahun lalu,” tegas Tjahjo.


Diketahui, meruyaknya isu wacana bahwa dalam Kongres PDIP di Bali akan muncul desakan pemilihan Waketum untuk mendamping Ketum PDIP Megwati yang usdah dipuitskan dalam Rakernas. Malahan, isu itu juga menyebut-nyebut nama Presiden Joko Widodo menjadi salah satru di antara yang akan diusulkan jadi kandidat Waketum.


Sementara itu, Tjahjo dalam penjelasannya yang seolah enggan menyinggung isu itu, dia lebih memilih bicara soal posisi Sekjen. Dia mengatakan, Sekjen yang akan mendampingi ketua umum menjadi perbincangan siapa yang akan menduduki kursi tersebut di dalam kongres.


“Wajar kalau publik mencermati apa keputusan politik partai yang akan direkomendasi -kan dalam Kongres tahun 2015 di Denpasar Bali. Disamping tentunya akan diper- bincangkan untuk posisi Sekjen Partai (PDIP),” kata Tjahjo.


“Siapa pun kader partai mempunyai hak yang sama. Tapi, setidaknya track record-nya harus sudah teruji sebagai kader partai, minimal sudah aktif/duduk sebagai fungsio- naris Partai dengan berbagai penugasan jabatan, minimal diatas 5 Tahun kerja,” tam- bahnya.


Selain itu, dijelaskan, calon Sekjen PDIP mampu menjabarkan apa yang menjadi visi misi Ketum dalam menjalankan roda partai menjadi andal.


“Calon Sekjen harus sudah dikenal betul oleh Ibu Ketua UMum dan Calon Sekjen juga harus paham visi misi perjuangan Ibu Ketua Umum selama ini,” terangnya.


“Apa pun Ibu Megawati adalah senior partai, pendiri dan penggerak Partai (dari PDI sampai PDI Perjuangan selama ini). Calon Sekjen harus bisa bekerjasama dengan Ibu Ketua Umum,” kata Tjahjo.


“Ini setidaknya persyaratan yang tidak tertulis dari calon Sekjen Partai PDIP ke depan, karena partai harus mempertahankan kemenangan dalam Pileg dan Pilpres sam- pai 2019 yang mana pemilu dan pilpres PDIP dibawah kepemimpinan yang konsisten dari Ketua Umum Ibu Megawati Soekarnoputri telah mampu memenangkan PDIP dalam Pileg 2014 dan Pilpres 2014,” tambah Menteri Dalam Negeri era Jokowi ini.


Keyakinan dan kemampuan kader PDIP, lanjut Tjahjo, Ketua Umum mempunyai penilaian dalam memilih Sekjen.


“Saya yakin Ibu Megawati sudah mencermati nama nama fungsionatis/kader Partai yang ada sekarang untuk jabatan Sekjen 5 tahun ke depan. Yang pasti beliau akan (atau) sudah lihat dan mencermati dengan baik sebagai petugas partai, yakni sebagai anggo- ta DPR/fungsionaris DPP selama ini atau fungsinaris DPD se Indonesia/ atau Kepala

daerah,” paparnya. @yuanto


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment