Thursday, April 2, 2015

Luhut Panjaitan: Saya loyal pada presiden, tak bisa ditawar

Luhut Panjaitan: Saya loyal pada presiden, tak bisa ditawar




LENSAINDONESIA.COM: Kepala Staf Presiden Luhut B. Pandjaitan bicara blak-blakan mengenai lembaga yang dipimpinnya. Ia mengatakan tak ada yang perlu ditakuti dari kantornya dan Luhut menegaskan loyal pada presiden.


Luhut mengibaratkan posisi Kantor Staf Presiden sebagai leher yang tidak punya muka, dan tidak punya kepala. Jadi, hanya bisa membantu muka dan kepala supaya bisa bertahan dengan baik.


Baca juga: Status Luhut Panjaitan digugat ke Mahkamah Agung


“Jadi dalam proses pengambilan keputusan kami jadi staf. Staf itu tidak pernah membuat keputusan atau eksekusi. Jadi kalau ada ketakutan seperti itu tidak benar. Bapak Presiden memiliki staf yang tangguh untuk membuat suatu keputusan,” tegas Luhut, usai melantik deputi dan staf khusus, Kamis (2/4/2015).


Pernyataan itu seolah-olah menyindir Wakil Presiden Jusuf Kalla yang sempat khawatir muncul adanya tumpang tindih kewenangan antara dirinya dengan Luhut, yang kini memimpin Kantor Staf Presiden.


Ia meminta tidak usah mempersoalkan masalah eksekusi. Karena tim yang dipimpinnya, memang tidak akan pernah tim ini membuat eksekusi.


“Sederhana saja, hari ini jumlah kami baru 15. Jadi bisa anda bayangkan bagaimana kami mengeksekusi,” kata Luhut.


Ia menyebutkan, timnya hanya akan memberikan advice secara terukur, secara jernih dan tajam karena tanggung jawab kepada republik.


Luhut menegaskan, dengan kematangannya tahu persis batas gerak maju. Apalagi sebagai seorang perwira, ia sudah pada titik kepentingan pengabdian tertinggi.


“Saya tahu persis rambu-rambu permainan itu. Jadi tidak perlu ada khawatir mengenai hal ini,” tegasnya.


Selain purnawirawan perwira dan prajurit dan juga pernah menjadi Menteri Perindustrian dan Perdagangan. Ia juga dikenal sebagai pengusaha.


“Jadi tidak ada kepentingan saya lain lagi, kepentingan politik tidak ada. Jadi tidak usah ada yang khawatir mengenai itu tadi,” tegasnya.


Menurut Luhut, ia atau tim yang dipimpinnya loyak kepada Presiden RI itu betul. Loyalitas itu, lanjut Luhut, tegak lurus yang tidak bisa ditawar, kecuali Presiden melanggar konstitusi.


“Kami akan membantu presiden sekuat tenaga yang kami miliki. Itu tadi pesan kami terakhir sekali. Kami menjaga derajat, kehormatan organisasi kami ini,” tuturnya.


Mengenai pekerjaan Kantor Staf Presiden, Luhut menjelaskan, bahwa pihaknya terus memberikan laporan atau memo kepada Presiden dua kali dalam satu minggu.


Memo itu dikirim sesuai dengan permintaan presiden atau sesuai dengan perkembangan di lapangan, apakah itu bidang ekonomi, Polhukam, atau masalah kegiatan lainnya.


“Itu sudah kami jalankan, dan sampai hari ini presiden puas dengan masukan itu karena digodok oleh tim yang professional, yang hanya berpikir apa yang terbaik buat negeri ini,” katanya.


“Saya ulangi kami hanya berpikir untuk yang terbaik buat Negeri Republik Indonesia tercinta.” @sita


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment