LENSAINDONESIA.COM: Sebelas warga pengunjung Museum Surabaya yang terletak di lantai IV Gedung Siola Jl Tunjungan, Minggu (24/5/2015) sekitar pukul 15.30 WIB, terjebak dalam lift selama 40 menit.
Sebelas warga yang terjebak tersebut terdiri dari dua balita berusia 7 bulan dan 3 tahun, tiga perempuan dan enam lelaki dewasa. Meski sempat sesak nafas, dua balita tersebut beruntung masih bisa bertahan sampai tim penyelamat dari Dinas Kebakaran Kota Surabaya melakukan evakuasi.
Baca juga: Pemkot Surabaya pastikan bangun Museum Surabaya tanpa anggaran
Devi (27) warga Perak Surabaya yang juga ibu dari balita yang masih berusia 7 bulan tersebut mengaku sangat shock dengan kejadian tersebut. Pengapnya udara menambah kepanikan mereka yang terjebak.
“Saya sangat shock, tadi anak saya sempat lemas saat didalam sebelum tim penyelamat melakukan evakuasi,” ucapnya gemetar dan terlihat aura pucat dari wajahnya.
Sementara, Buyung korban terjebak yang terakhir dilakukan evakuasi, mengalami sesak nafas, dan harus diberi alat bantu pernafasan.
“Kami tadi mau turun lihat Festival Surabaya Kuliner, ada yang mau berkunjung ke Museum Surabaya. Dari lantai III kami mau ke lantai III, namun saat di lantai IV, lift macet,” terang Buyung.
Para korban yang terjebak pun mulai panik dan berteriak-teriak. Bahkan salah seorang ibu menangis ketakutan karena membawa anaknya. Beruntung, pintu lift masih bisa tekan dan terbuka sedikit, dan memberi ruang korban untuk bernapas sekaligus berteriak minta tolong.
Teriakan korban pun didengar petugas jaga hingga akhirnya didatangkan petugas Dinas Kebakaran untuk melakukan evakuasi. Petugas melakukan evakuasi dalam kondisi gelap dan diterangi lampu senter.
Setelah menjebol atap lift, satu persatu korban pun ditarik ke atas, dari balita terlebih dahulu dan disusul orang-orang dewasa.
Sementara Kepala UPT Dinas Kebakaran Kota Surabaya Arie Bhekti mengatakan, pihaknya yang mendapat laporan adanya pengunjung Museum yang terjebak dalam lift, langsung menuju lokasi dengan berbagai peralatan untuk melakukan evakuasi.
“Karena pintu lift tidak bisa dibuka, untuk melakukan evakuasi, kami harus menjebol atap lift dan melakukan evakuasi dengan mendahulukan balita terlebih dahulu,” terang Arie.
“Untuk penyebab, kami belum bisa memastikan, namun lift tersebut memang sudah lama tidak dipakai semenjak habis masa sewanya,” tambahnya.@rofik
0 comments:
Post a Comment