Thursday, May 21, 2015

Program rehabilitasi saluran pertanian Garut digelontor Rp 10 miliar

Program rehabilitasi saluran pertanian Garut digelontor Rp 10 miliar

LENSAINDONESIA.COM: Rehabilitasi saluran pertanian tahun 2015 di Kabupaten Garut medapat kucuran anggaran Rp 10 miliar.

Kepala Bidang Sumber Daya Manusia, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Garut, Kusman mengatakan angaran tersebut bersumber dari APBD Garut Rp 1 miliar dan APBN sebesar Rp 9 miliar.

Baca juga: Ada dugaan korupsi mamin Rp 1 miliar, ini komentar Bupati Garut dan Warga Jawa Barat tolak investor Korea bangun pabrik sepatu 5 Ha

Program Rehabilitasi saluran pertanian ini, kata Kusman, merupakan salah satu langkah dalam meningkatkan swasembada pangan sesuai yang dianjurkan oleh pemerintah pusat.

Pada tahun 2015 ini jumlah penerima bantuan untuk rehabilitasi saluran air sebanyak 135 Kelompok tani yang bersumber dana dari APBN sedangkan untuk yang bersumber dari APBD II sebanyak 11 kelompok tani.

Adapun anggaran dari APBN untuk setiap kelompoknya berpariasi ada yang Rp 60 juta, Rp 65 juta dan Rp 70 juta, angka tersebut disesuaikan dengan jumlah wilayah yang kelompok tani kuasai. Sedangkan dananya langsung masuk ke setiap rekening kelompok. “Sedangkan kalau anggaran dari APBD II dalam penegerjaannya dilaksanakan oleh rekanan, yang saat ini sedang dalam proses penerbitan Surat Perintah Kerja (SPK),” jelasnya didampingi Kepala Seksi Pengolahan Lahan dan Air, Rieza Fauzani, Kamis (21/05/2015).

Menurut Kusman, untuk proses pengerjaan program yang dibiayai pemerintah pusat kini semuanya sedang dalam proses pengerjaan, dimana dalam proses pencairannya, setiap kelompok menerima biaya sebesar 40% terlebuh dahulu. Hal ini disesuaikan dengan pengerjaan. “Setiap kelompok pada tahap pertama mencairkan biaya sebesar 40% sedangkan setelah masuk SPJ yang 40% baru bisa mencairkan dana lagi,” paparnya.

Dijelaskannya, dalam tahap pengerjaannya pun yang dari pemerintah pusat sudah bekerja sama dengan pihak TNI. Dimana kementrian sudah melakukan MoU dengan TNI dalam pengerjaannya mulai dari pengawasan sampai dengan pengerjaan tekhnis pasti melibatkan TNI. Baru tahun sekarang pihak TNI dilibatkan.

Kalau untuk pelaksanaan program yang dibiayai APBD II, kemungkinan mbesar akan digulirkan pada bulan Juni atau Juli mendatang. Hal ini tergantung pada proses administrasinya. Soalnya dalam pengerjaannya akan melibatkan pihak ketiga (rekanan).

Kusman juga berharap dengan adanya program rehabilitasi saluran air pertanian ini, bisa mammpu meningkatkan hasil pertanian lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya, misalnya yang biasanya bisa memanen padi dan kedelai. “Diharapkan bisa meningkat. Karena tujuan program ini mengarah pada peningkatan hasil pertanian,’ kata Kusman.

Kusman meminta agar program ini bisa berjalan lancar tanpa kendala, termasuk praktik pungutan. “Jika dalam pelaksanaannya ada praktik pungutan yang dilakukan oleh oknum dinas TPH, jangan segan-segan untuk segera melaporkan kepada pihak kami. Dimana dalam penerpan program ini tidak dianjurkan untuk memberikan imbalan sekalipun sebagai tanda ucapan terima kasih,” tegasnya.@taufiq akbar

 

alexa ComScore Quantcast
counter customisable
Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment