Thursday, May 21, 2015

Sawung Jabo “Bento” konser musik potret Indonesia “Anak Setan” di TIM

Sawung Jabo “Bento” konser musik potret Indonesia “Anak Setan” di TIM

LENSAINDONESIA.COM: Setelah lama tak terdengar, kini Sawung Jabo seniman musik cukup idealis yang dikenal pembesut lagu “Bento” bakal menggelar konser “Sirkus Barock”, bicara soal protret Indonesia. Konser diberi tajuk “Perjalanan Waktu” dihelat di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu besok (23/5/2015) pukul 19.30 WIB.

Konser ini merupakan kilas balik Sirkus Barock dari album “Anak Setan” sampai “Anak Angin”. Selain itu, juga merupakan persembahan kepada punggawa Sirkus Barock yang wafat yaitu Innisisri, Buche Ceking, Lelly Lali, Nanoe, dan Agus Sriwijayadi.

Baca juga: Sawung Jabo gelar konser musik Sirkus Barock dan Ke Istana, Iwan Fals titip pesan untuk Jokowi

“Orang datang dan pergi. Orang kreatif pergi, orang kreatif baru datang. Patah tumbuh hilang berganti. Satu orang kreatif meninggal, akan tumbuh 1000 orang kreatif baru,” kata Sawung Jabo bernama asli Mochamad Djohansyah dengan nada satire saat ditemui Lensaindonesia.com pada press conference konser musik Sirkus Barock di Galleri Cipta 2, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis (21/5/2015).

Dijelaskan Sawung Jabo, dirinya bersama kelompok “Sirkus Barock akan menyuguhkann 16 lagu dari empat album diantara enam album yang dilahirkan Sirkus Barock. Empat album itu adalah “Anak Setan”, “Bukan Debu Jalanan”, “Kanvas Putih”, dan “Jula Juli Anak Negeri”.

“Anak Setan, O…Jiwa, Peristiwa Manusia, Perjalanan Awan, Penjelajah Alam, dan lain-lain. Lagu-lagu di Sirkus Barock itu perwujudan perjalanan batin saya,” kata senoman musikkelahiran Surabaya, 4 Mei 1951.

Pada konser kali ini, personel Sirkus Barock yang akan tampil antara lain kumpulan musisi seperti Sawung Jabo, Joel Tampeng (gitaris), Bagus Mazasupa (keyboard), Endi Baroque (drummer), Sinung Garjito (bassis), Ucok Hutabarat (biola), Denny Dumbo (perkusi), Giana Sudaryono (vokal latar), ditambah personel baru yakni Ruben Paningkayon dan Hasnan Santet.

“Sirkus Barock tidak mengenal musisi senior dan junior, serta tidak merekrut anggota baru. Yang ada adalah berjodoh. Seperti kita mencari pasangan. Ketemu-ketemu, kemudian bersahabat, dan akhirnya berjodoh,” kata Sawung Jabo.

Sawung Jabo yang pernah berproses di “Bengkel Teater”-nya almarhum WS Rendra ini, kehadirannya di TIM, kali ini, sangat melegakan pra apresiator seni musik idelisme di tanah air. Perjalanan panjang Sawung Jabo dalam kesenian musik di Indonesia, sempat menjadi inspirasi tidak hanya para seniman musik.

Tapi, lagu-lagu Sawung Jabo juga sempat menjadi kekuatan ilham dan energi suasana kebatinan generasi serius di tanah air. Semua itu dibuktikan keterlibatannya dalam musik ‘Swami’ dan ‘Kantata Takwa’ bersama musisi-musisi idealis tahun 1980-an dan 1990-an seperti Iwan Fals, Jockie Suryoprayogo dan pengusaha Setiawan Djodi. Alhasil, lahir lagu-lagu fenomenal seperti Bento, Hio, Bongkar, Kuda Lumping, dan Nyanyian Jiwa. @Rudi

 

alexa ComScore Quantcast
counter customisable
Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment