LENSAINDONESIA.COM: Sejak Forum PNS Jawa Timur protes terhadap adanya anggaran ‘siluman’ April lalu, saat ini pengadaan barang/jasa di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim yang berpotensi merugikan negara terus disorot Centre For Budget Analysis (CBA).
Direktur CBA Uchok Sky Khadafi mengungkapkan, bahwa ada potensi kerugian negara berasal dari Pengadaan Barang dan Jasa Provinsi Jawa Timur tahun 2015 yang sedang dan sudah dilakukan.
Baca juga: Komisioner Bawaslu jadi tersangka, Soekarwo: Bukan urusan Pemprov! dan Uchok dukung Forum PNS Jatim tuntut transparansi dana APBD
Potensi kerugian negara ini berasal dari pemantauan sebanyak 304 pengadaan barang dan jasa dengan nilai HPS (Harga Prakiraan sementara) sebesar Rp 954.297.811.814 yang dilaksanakan.
Menurut dia, nilai HPS sebesar Rp 954.2 miliar ini, sudah dimenangkan oleh berbagai perusahaan dengan total harga penawaran sebesar Rp 811.185.758.251. Tetapi, harga yang ditawarkan oleh pemenang lelang ini terlalu tinggi dan mahal sehingga negara mengalami potensi kerugian negara sebesar Rp 480 miliar
“Sebetulnya, potensi kerugian negara bisa tidak ada, asal panitia memilih perusahaan yang menawarkan harga yang rendah dan murah. Artinya harga HPS yang ditawarkan panitia sebesar Rp 954.2 miliar, hanya bisa habis sebesar Rp 330.483.156.110, bukan mengambil penawaran yang tinggi dan mahal sebesar Rp 811 miliar. Ini sangat merugikan uang pembayar pajak,” paparnya melalui keterangan tertulis kepada lensaindonesia.com
Uchok menyebut, indikasi kerugian negara diduga adanya perusahaan pemenang lelang memenangkan ada yang dua kali, dan juga tiga dalam pengadaan lelang pengadaan barang/jasa. Sebuah perusahaan yang dapat pengadaan lebih dari satu, lanjut dia, patut dicuriga karena adanya permainan untuk memenangkan lelang ini.
Berdasarkan keterangan Uchok, perusahaan yang memenangkan lelang lebih dari satu atau dua proyek diantaranya adalah, PT Ridlatama Bahtera Contruktion (memenangkan 3 lelang), PT. Putraperkasa Abadi (memenangkan 2 lelang), PT Kendari Putra (memenangkan 3 lelang), CV Geanara Pratama Konsultan (memenangkan 3 lelang), PT Dharma Mahitidana Abadi (memenangkan 2 lelang) dan PT Berkah Sukses (memenangkan 2 lelang).
Senada dengan CBA, Transparancy Centre Jatim juga merilis masalah yang sama. Bahkan temuan, Transparancy Centre lebih spektakuler, yaitu ada salah satu perusaan pengadaan barang/jasa yang memenangkan sembilan (9) lelang. Perusahaan tersebut adalah PT Ridlatama Bahtera Contruktion.
“PT Ridlatama Bahtera Contruktion memenangkan sembilan lelang di Dinas PU Bina Marga,” ungkap Ketua Transparancy Centre Jawa Timur, Warsono, Kamis (04/06/2015).
Warsono mengungkapkan, perusahaan yang beralamat di Perum YKP Pandugo I Jl. Penjaringan Timur VI/6 Rungkut, Surabaya tersebut sebagian besar memenangkan proyek peningkatan jalan di kawasan Madura.
“Seperti banyak laporan yang kami terima, memang ada dugaan permainan lelang,” ujarnya.@ridwan_LICOM
0 comments:
Post a Comment