LENSAINDONESIA.COM: Pengerjaan kapal perang Filipina yang diproduksi PT PAL Indonesia, baru mencapai 25 persen untuk Strategic Sealift Vasel 1(SSV 1). Sementara untuk SSV 2 telah dilakukan pelatakan Lunas serta pemotongan plat pertama (First steel cutting).
Menurut Direktur PT PAL Indonesia Firmansyah Arifin, hingga saat ini pengerjaan untuk SSV-1 sudah mencapai 25 persen,sementara untuk bahan yang harus diimport sebanyak 80 persen.
Baca juga: PT PAL mulai garap dua kapal perang Filipina dan PT PAL produksi kapal perang untuk amankan perairan Indonesia
“Kita sudah menargetkan pada Maret 2017, untuk SSV-1 pengerjaannya selesai. Namun karena ini kapal perang, tentunya harus dilakukan banyak uji coba sehingga Mei 2017, sudah bisa dilakukan pengiriman,” terang Firmansah, Jumat (5/6/2015).
Disinggung tingkat kesulitan dalam pengerjaan kapal perang tersebut, Firmansyah mengaku tidak terlalu banyak mengalami kesulitan. Pasalnya, PT PAL sudah pernah memproduksi kapal perang dengan type yang sama
“KRI Banjarmasin-592 dan KRI Banda Aceh 593 merupakan Produksi PT PAL. Jadi kami tidak mendapatkan kesulitan yang berarti, hanya tinggal menambah beberapa bagian saja,” tambah Firmansyah.
Sementara prosesi peletakan koin pada blok bagian ADB, yang menjadi tradisi dalam produsi kapal, dilakukan oleh wakil Kepala Staf Angkatan Laut Filipina (Vice Commander Philipine Navy) Radm Caesar C Taccad, perwakilan dari negara pemesan.@rofik
0 comments:
Post a Comment