Friday, June 5, 2015

Serapan rendah, anggaran Biro SDA Setdaprov Jatim dikepras dewan

Serapan rendah, anggaran Biro SDA Setdaprov Jatim dikepras dewan

LENSAINDONESIA.COM: DPRD Provinsi Jawa Timur telah mengevaluasi sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov Jawa Timur. Hasilnya, ditemukan minimnya serapan anggaran di Biro Sumber Daya Alam (SDA) Setdaprov Jatim untuk tahun anggaran 2014 yang hanya bisa menyerap sekitar 40 persen.

Dengan temuan itu, Komisi B bakal merekomendasikan pemotongan anggaran lebih dari 5 persen di biro yang dipimpin oleh Lies Idawati ini.

Baca juga: Biro Perekonomian siap anggarannya dipotong 5,6 persen dan Soal audit BPK, Gubernur Jatim ngeles tak ada perjalanan dinas fiktif

“Untuk mitra kerja Komisi B hanya Biro SDA yang sangat rendah serapannya hanya 40 persen. Padahal SKPD lainnya bisa menyerap lebih dari 85 persen,” ungkap Anggota Komisi B DPRD Jatim, M Zainul Lutfi, Jumat (05/06/2015).

Kepras anggaran ini dilakukan untuk seluruh SKPD terkait penerimaan P-APBD Jatim 2015 yang minus. Lebih lanjut, program di SKPD yang dinilai tidak efektif akan dihapus dengan tidak diberi alokasi anggaran lagi.

“Tentu dengan melihat hasil evaluasi ini akan jadi bahan bagi kami, Komisi B dalam menentukan berapa jumlah potongan anggaran nanti ke Banggar (Badan Anggaran),” jelas politisi asal PAN ini.

Pihaknya menarget pemotongan anggaran yang akan direkomendasikan untuk setiap SKPD berkisar 5 hingga 10 persen. Namun pemotongan anggaran ini juga akan melihat program kerja masing-masing SKPD yang dianggap tidak efektif dan tidak bersentuhan dengan bantuan untuk masyarakat.

Diketahui, alokasi anggaran di Biro SDA tahun 2014 lalu sebesar Rp 63,790 miliar hanya terserap sebesar Rp 25,680 miliar atau 40,26 persen. Program yang tidak maksimal berjalan salah satunya adalah program koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan pembangunan pengelolaan sumber daya pertanian, perkebunan, kehutanan dan ketahanan pangan.

Masing-masing program tersebut penyerapannya sangat rendah, yakni dari alokasi Rp 5,775 miliar hanya terserap Rp 1,282 milar atau 22,21 persen.

Lainnya, yaitu program koordinasi pembinaan dan evaluasi pengelolaan sumber daya peternakan, perikanan dan kelautan juga sangat rendah. Dari alokasi anggaran Rp 7,394 miliar hanya bisa terserap Rp 2,178 milar atau 29,47 persen.@sarifa

alexa ComScore Quantcast
counter customisable
Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment