LENSAINDONESIA.COM: Gubernur Jawa Timur, Soekarwo dengan tegas melarang keberadaan kelompok pergerakan militan Negara Islam Irak dan Suriah atau yang dikenal dengan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di wilayah Jatim. Hal ini dikatakan usai melakukan pertemuan dengan sejumlah kiai, tokoh masyarakat dan forum pimpinan daerah (Forpimda) se-Jawa Timur.
Bentuk pelarangan itu akan dituangkan dalam sebuah peraturan gubernur (Pergub) khusus yang akan disusun gubernur dengan jajarannya dalam waktu dekat.
Baca juga: ISIS dikabarkan bakal mendeklarasikan diri di Sidoarjo dan Kejati Jatim perintahkan intelijen Kejaksaan cari informasi ISIS
“Sesuai petunjuk dari Menkopolhukam, ISIS adalah organisasi yang bertentangan dengan Negara Pancasila, UUD 194 dan empat pilar. Sehingga ISIS dilarang di Indonesia,” cetus gubernur usai menggelar pertemuan membahas ISIS di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (07/08/2014).
Diketahui, di Jawa Timur sendiri sudah ada dengan Pergub Nomor 55 Tahun 2012 tentang Pembinaan Kegiatan Keagamaan dan Pengawasan Aliran Sesat. Pergub ini dinilai berbeda dengan kasus ISIS. Soekarwo mengatakan, ISIS merupakan faham yang berlatarbelakang agama. Selain itu, organisasi tersebut memiliki tujuan politik dengan membentuk negara baru Daulah Islamiyah.
“Masyarakat akan kita libatkan untuk membentengi dari pengaruh ISIS, rumusannya akan kita tuangkan dalam bentuk Pergub nantinya,” paparnya.
Sementara soal pengamanan masuknya ISIS di Jatim, Gubernur mempercayakan kepada aparat TNI dan Polri untuk mengantisipasi gerakan ini. Termasuk memberikan atensi khusus kepada sejumlah daerah yang teridikasi telah dimasuki organisasi radikal tersebut.
Ditemui ditempat yang sama, Irjen Pol Unggung Cahyono, Kapolda Jatim akhirnya mengakui bahwa ISIS telah berhasil menyusup ke wilayah Jatim, yakni di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
“Beberapa waktu lalu memang sempat ada yang di Kecamatan Dau, Malang. Tapi sekarang saya pastikan sudah tidak ada. Untuk yang di wilayah Balong Bendo, Sidoarjo sudah berhasil kita antisipasi, sehingga tidak jadi kesitu. Kalau yang di Lamongan belum ada laporan,” jelas Unggung.
Pihaknya menyatakan siap untuk melakukan berbagai tindakan antisipasi untuk mempersempit gerak kelompok pergerakan militan Negara Islam Irak dan Suriah itu. Seperti bekerja sama dengan TNI, Babinsa dan elemen lainnya.
“Kami akan ambil tindakan tegas, jika memang masih ada kegiatan ISIS ini. Semua wilayah Jatim kita pantau terus,” tutup Kapolda.@sarifa
0 comments:
Post a Comment