Sunday, September 21, 2014

Ini alasan tolak Ahok pimpin Jakarta karena Tionghoa dan Kristiani

Ini alasan tolak Ahok pimpin Jakarta karena Tionghoa dan Kristiani




LENSAINDONESIA.COM: Menjelang “ditahbiskannya” Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi Gubernur DKI Jakarta, menggantikan Joko Widodo (Jokowi) –presiden terpilih–, suhu politik Jakarta masih saja ada manuver penolakan Ahok memimpin warga Jakarta.


Alasan penolakan pun bahkan ada yang cukup mendasar. Antara lain, Ahok dari kalangan minoritas, yaitu etnis Tionghoa dan beragama non muslim atau Kritiani. Sehingga dianggap tidak pas memimpin jutaan warga Jakarta yang mayoritas beragama Islam.


Tak ubahnya api dalam sekam. Jika sikap penolakan itu akhirnya harus tergelontor kesepakatan politik yang menjadi momentum terkini –Ahok tetap dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta–, ada yang mengkhawatirkan sangat mungkin suatu saat bara sekam penolakan akan “membesar” –situasi berubah kontra produktif– jika perkembangan politik menghendaki lain.


Tapi, juga sangat mungkin, realita nantinya berkembang sebaliknya. Sikap politik penolakan akan redam dan sirna dengan sedirinya, jika Ahok mampu membuktikan proses kerja yang dapat menjawab keraguan dan kekhawatiran yang menjadi latar belakang besar penolakan.


Nah, ada 23 asumsi fenomena penolakan Ahok yang dihembuskan situs di jejaring sosial mengatasnamakan Parta Social Media. Berikut ini kutipannya;


1. Kasus @basuki_btp adalah kasus ideal untuk menuntaskan persoalan kehidupan berbangsa yang mengganjal ini.


2. Pertanyaan yang sangat mendasar adalah apakah di negeri ini seorang yang berasal dari kaum minoritas tidak berhak menjadi pemimpin?


3. Ataukah kita akan kembali pada semangat berdirinya republik ini yang tidak membedakan hak dan kewajiban mayoritas dan minoritas?


4. Secara konstitusi sudah final bahwa semua warga negara memiliki kedudukan yang sama.


5. Namun kehidupan berbangsa sering tidak berjalan seiring konstitusi. Ada juga perkembangan kecenderungan yang justru berlawanan dengan konstitusi.


6. Jadi persoalannya disini bukan berhak tidaknya seorang minoritas menjadi pemimpin, tetapi pantas tidaknya dia menjadi pemimpin.


7. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, maka ada baiknya kita kupas tentang @basuki_btp ini. Pantaskah dia memimpin warga DKI yang mayoritas muslim?


8. Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah apakah kepemimpinan @basuki_btp merugikan Islam atau justru menguntungkan?


9. Dan akan menarik jika dilakukan komparasi dengan pemimpin lain yang beragama Islam. Apakah kepemimpinannya menguntungkan Islam atau merugikan?


10. @basuki_btp adalah salah satu pemimpin yang kebetulan memiliki handikap double minority. Ini fakta yang tidak bisa dibantah


11. Beberapa kalangan menganggap @basuki_btp tidak cukup layak menjadi pemimpin. Bukan karena rekam jejak atau visi missinya..


12. Tetapi semata mata karena faktor yang diluar semua itu, yaitu suku dan agama. Maka marilah kita lihat, benarkah penilaian beberapa kalangan tersebut.


13. Sebagai pemimpin non muslim, @basuki_btp punya ‘need’ untuk membuktikan kepemimpinannya bermanfaat bagi mayoritas warga yang beragama Islam.


14. Terlepas perihal @basuki_btp ikhlas atau tidak, hanya Allah yang tahu. Tapi ‘need’ untuk membuktikan manfaat bagi umat Islam jelas bermanfaat.


15. Dia akan berusaha keras membuktikan penilaian salah sebagian pihak yang menolak kepemimpinannya karena faktor suku dan agama tadi.


16. Ini berbeda dibanding pemimpin yang memang beragama Islam. ‘Need’ pembuktian diri itu tidak ada pada mereka.


17. Mungkin karena faktor ‘need’ ini pula saat menjadi Bupati Belitung Timur @basuki_btp banyak menghajikan guru ngaji.


18. Yang jelas program serupa jarang kita temui keluar dari para pemimpin yang justru beragama Islam.


19. Faktor ‘need’ pula yang mungkin mendorong @basuki_btp meminta ada alokasi dana bulanan untuk para muazin.


20. Tak sampai disitu, @basuki_btp bahkan ingin menghajikan para muazin masjid di DKI yg kurang mampu.


21. Dan akhir2 ini kita juga dicengangkan oleh fakta bhw @basuki_btp menyumbangkan gajinya untuk Zakat, Infaq dan Sedakah (ZIS).


22. Kita juga tahu selama menjadi Bupati Belitung Timur @basuki_btp sangat memprioritaskan pembangunan dan renovasi masjid.


23. Sebagai pemimpin non muslim @basuki_btp punya ‘need’ membuktikan kepemimpinannya baik bagi umat Islam.


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment