LENSAINDONESIA.COM: AirAsia mengonfirmasi bahwa ada enam warga negara asing yang ikut hilang dalam pesawat QZ8501 yang terbang dari Surabaya ke Singapura.
Dalam pesawat tersebut, ada dua pilot, empat kru dan satu teknisi. Pilot Irianto memiliki jam terbang selama 6.100 jam dan pilot pertama yang memiliki jam terbang 2.275 jam.
Baca juga: Enam warga asing ada dalam Pesawat AirAsia yang hilang dan Kementerian Perhubungan pimpin langsung pencarian Pesawat AirAsia
AirAsia merinci dari 155 penumpang, ada 138 penumpang dewasa, 16 anak-anak dan satu bayi. Adapun kebangsaan dari para penumpang terdiri dari satu warga negara Singapura, satu warga Malaysia, tiga warga Korea Selatan, serta 157 warga negara Indonesia.
AirAsia menegaskan pesawatnya yang hilang masih layak dan menginformasikan melakukan perbaikan pada 16 November 2014.
Saat ini pencarian dan operasi penyelamatan masih terus dilakukan. AirAsia siap bekerjasama dan ikut membantu segala bentuk investigasi.
AirAsia mengonfirmasikan bahwa pesawat tersebut berubah rute karena cuaca buruk. Tidak lama setelah itu, pesawat hilang kontak.
Sementara itu, Bupati Belitung Timur Basuri Tjahaya Purnama mendapatkan informasi bahwa pesawat tersebut kemungkinan jatuh di wilayahnya. “Informasinya jatuh di Perairan Mangga,” katanya.
Dia membenarkan cuaca di daerahnya tidak terlalu baik. “Hari ini cuacanya mendung, tadi pagi hujan,” katanya.
Pihaknya sudah menyiapkan empat posko dengan 155 personel. Belum ada tindakan apapun karena masih menunggu informasi dari pemerintah pusat. “Kami masih koordinasi dengan pihak terkait. Kalau harus bergerak, pasti kita berangkat,” tegasnya. @sita
0 comments:
Post a Comment