LENSAINDONESIA.COM: Meski terlihat cukup tenang dan selalu mengumbar senyum, penetapan sebagai tersangka dugaan korupsi proyek pembangunan dan pengadaan gardu induk Jawa-Bali-Nusa Tenggara Barat (NTB), tetap saja menjadi pukulan keras bagi mantan Dirut PT PLN yang juga mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan.
Pria yang gemar memakai sepatu kets tersebut terlihat sangat mahir menyembunyikan kegalauannya, kendati begitu, status tersangka tersebut sempat membuat Dahlan sedikit shock. Bahkan ia sempat salah masuk mobil usai menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta Jumat (05/06/2015) siang tadi.
Baca juga: Jadi tersangka korupsi gardu induk, rumah Dahlan di Surabaya kosong dan Tak tahan Dahlan Iskan, Kejati langsung ajukan cekal
Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta menetapkan Dahlan Iskan sebagai tersangka atas kasus pembangunan dan pengadaan gardu induk.
Saat itu, mantan Direktur Utama PT PLN Persero itu keluar dari ruang Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Tinggi DKI Jakarta pukul 14.30 WIB usai diperiksa selama 5,5 jam. Dahlan yang keluar melalui lobi Kejaksaan terlihat mempercepat langkahnya menuju mobil hitam terparkir saat mendapati wartawan bergerombol di pintu keluar.
Sesampainya di Lokasi parkir, Dahlan langsung menghampiri sebuah mobil sedan warna hitam bernomor polisi B 1040 RFY. Dengan sedikit terburu-buru, Dahlan langsung menarik gagang pintu mobil tersebut. Namun, pintu tersebut tidak bisa dibuka. Ternyata mobil yang dihampiri Dahlan adalah mobil Kepala Kejaksaan Tinggi Adi Toegarisman.
Pak, salah mobil, Pak,” seru seorang yang mendampingi Dahlan.
“Salah ya? Maaf, maaf, saya minta maaf,” kata Dahlan sambil tersenyum.
Saat ditanyai soal statusnya sebagai tersangka, dia hanya tersenyum sambil terhuyung masuk mobilnya yang sudah terparkir di pintu keluar gedung Kejaksaan.
Dahlan Iskan resmi menjadi tersangka usai menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta terkait keterlibatannya dalam kasus korupsi proyek Pengadaan dan Pembangunan 21 Gardu Induk (GI) di Unit Induk Pembangkit Jaringan Jawa, Bali dan Nusa Tenggara tahun APBN dengan total kerugian negara mencapai Rp 1,063 triliun.@ridwan_LICOM/l6
0 comments:
Post a Comment