Thursday, December 25, 2014

Asap mengepul di gedung DPRD DKI Jakarta, 8 mobil pemadam dikerahkan

Asap mengepul di gedung DPRD DKI Jakarta, 8 mobil pemadam dikerahkan




LENSAINDONESIA.COM: Petugas pemadam kebakaran dan aparat kepolisian dari Polsek Gambir mendatangi Kompleks DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, karena mendapatkan laporan adanya kebakaran, Kamis (25/12/2014) malam pukul 22.00 WIB.


Dugaan terjadinya kebakaran semakin menguat, karena alarm digedung parlemen tersebut terus berbunyi. Namun, sumber suara bising itu tak diketahui asalnya.


Baca juga: Politisi Demokrat DPRD DKI ogah kembalikan mobil dinas bekas Jokowi dan BPKD Pemprov DKI Jakarta akui tak rawat mobil dinas


Pantauan lensaindonesia.com, guna mengantisipasi kebakaran besar, sebanyak 8 unit mobil pemadam pun dikerahkan.


Nemun, setelah petugas pemadam mengelilingi Gedung DPRD dan Blok G sekitar 30 menit lamanya, petugas tidak menemukan titik api. Dan ternyata kepulan asap hitam pekat yang menyebabkan alarm berbunyi tersebut hanya disebabkan asap rokok di lantai 9 Blok G.


Diketahui, lantai 9 tersebut merupakan saat ini masih menjadi tempat istirahat para pekerja proyek yang merenovasi Blok G yang umumnya lelaki dan perokok. Sebab itu, saat petugas menyisir lokasi, banyak pakaian bergantungan dan bau pekat asap rokok.


Sementara bunyi alarm berasal dari lantai 10 Blok H. Namun, tak ada indikasi kebakaran dari tempat tersebut.


Setelah memastikan situasi terkendali, 8 unit mobil pemadam meninggalkan Kebon Sirih. Sedangkan petugas kepolisian meminta pengawas proyek ke Polsek untuk dimintai keterangan.


Sulit Terdeteksi


Di sisi lain, dari kasus ini, diketahui bila petugas pemadam kebakaran nantinya akan sulit mendeteksi, bila gedung dewan dilalap ‘Si Jago Merah’. Pasalnya, seluruh ruangan tertutup atau tak ada jendela dan panel alarm rusak karena belum diperbaiki sejak insiden terbakarnya mesin genset.


Diketahui, Gedung DPRD DKI pernah dilalap api sebelumnya pada 4 Oktober silam, karena mesin genset yang berada di basement 2 terbakar. Tetapi, tak ada korban jiwa dan kendaraan yang hangus.


Atas dasar itu, petugas pemadam meminta kepada aparat pengamanan dalam (pamdal) untuk mengingatkan pengelola gedung, agar segera memperbaiki panel alarm.


Pencegahan dini diperparah dengan hydrant yang ada di dalam dan di sekitar gedung baru dewan tak berfungsi, lantaran tidak ada air yang dialirkan.


“Kalau memang trouble (bermasalah, red), tolong dibenerin. Nanti kita bantu,” kata petugas pemadam dari Jakarta Pusat kepada pamdal di lokasi.


Rusaknya panel alarm tersebut dibenarkan Pamdal DPRD yang tak mau disebutkan namanya. “Ini panel alarmnya mati sampai sekarang sejak mesin genset kebakaran waktu itu. Ini kan sistem pengamanannya temporer,” ungkap sumber. @fatah_sidik


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment