Sunday, December 21, 2014

Dispora DKI dituntut paparkan master plan pembangunan Asian Games

Dispora DKI dituntut paparkan master plan pembangunan Asian Games




LENSAINDONESIA.COM: Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta diminta memaparkan rencana besarnya terkait pembangunan yang akan dilakukan dalam rangka menyiapkan Asian Games 2018.


“Sangat perlu Dispora menjelaskan master plan pembangunan terkait Asian Games, khususnya lokasi-lokasi yang sudah ditentukan yang tersebar di Jakarta,” ujar pengamat tata kota, Nirwono Yoga saat dihubungi Licom di Jakarta, Senin (22/12/2014).


Baca juga: Ahok siapkan Asian Games, Gerindra; Ambil tuh pajak iklan dan hiburan dan Sukseskan Asian Games di mata internasional, TNI bantu Pemprov DKI


Mengingat ibu kota lahannya sudah terbatas, kata Yoga, maka pembangunan tersebut dipastikan bersentuhan dengan tanah warga. Sehingga, perlu diinformasikan kepada masyarakat, sebelum pembangunan sarana dan prasarana dilakukan.


“Kalau diinformasikan dengan baik, saya yakin, warga enggak akan masalah, karena di sini tidak bicara soal venue saja, tapi berdampak pada pemukiman mereka selama ini,” jelasnya.


Di sisi lain, Yoga menilai, terpilihnya Jakarta sebagai salah satu tuan rumah Asian Games 2018, selain Bandung dan Palembang, menunjukkan sikap Pemprov DKI yang inkonsisten terhadap pembangunan tata ruang. Pasalnya, dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Jakarta 2030, tak termuat DKI sebagai penyelenggara ajang olahraga terbesar se-Asia itu.


“Makanya, kebijakan pembangunan tata ruang selalu berubah-ubah,” ungkap dia. Perubahan pembangunan tata ruang tersebut, kata akademisi Universitas Trisakti ini, dipengaruhi kepentingan politik.


Diketahui, Jakarta, Bandung, dan Palembang ditunjuk sebagai tuan rumah Asian Games 2018, karena Vietnam mundur dengan alasan krisis moneter. Namun, karena sarana dan prasarana yang ada masih minim, kata Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Heru Budi Hartono beberapa waktu lalu, maka pemprov merencanakan pembangunan sejak 2015.


Menurut Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) DKI, Rationo, menjelaskan, pemprov sedikitnya membutuhkan 22 venue untuk semua cabang olahraga. Adapun lapangan yang sudah ada, masih perlu perbaikan dan peningkatan mutu, agar sesuai standar internasional.


Adapun venue yang telah tersedia di ibu kota, sejauh ini baru ada dua, yaitu Gelora Bung Karno dan lapangan basket di Kelapa Kading, Jakarta Utara. Sedangkan 20 venue lainnya harus dibangun. Namun, dia enggan memaparkan berapa besarnya anggaran yang disiapkan dan rencana pembangunan. @fatah_sidik


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment