LENSAINDONESIA.COM: Konflik dalam Partai Golkar mulai mereda. Kedua belah pihak menyatakan sepakat untuk islah dan ‘puasa’ bicara.
Kata politisi Golkar, Bambang Soesatyo semua pihak setuju untuk tidak mengeluarkan komentar yang mengganggu proses perundingan. Saat ini, juru runding tngah bernegoisasi untuk mencapai islah.
“Mulai saat ini tidak ada politik burung onta, burung Garuda, Golkar hitam atau Golkar putih,” katanya, Selasa (23/12/2014)
Diharapkan dualisme Golkar akan berakhir pada Januari tahun depan. Dengan demikian, Pohon Beringin siap Februari internal partai kembali berjalan mulus. “Jadi tidak perlu ada munas rekonsiliasi,” ujarnya.
“Tapi kalau masih deadlock ya lewat jalur pengadilan biar ada kepastian hukum masa depan Golkar,” katanya.
Baca juga: BJ Habibie dianggap tokoh paling pas jadi penengah dualisme Golkar dan Munas rekonsiliasi dianggap langkah tepat atasi dualisme Golkar
Sedangkan Waketum Golkar Munas Ancol, Priyo Budi Santoso mengatakan kedua kubu sepakat menghindari Majelis Partai dan pengadilan dalam rangka menyelesaikan dualisme Golkar.
“Kalau lewat Majelis Partai atau pengadilan, energinya lebih besar dan bisa berlarut-larut 1,5 tahun hingga 2 tahun. Rugi besar karena kalau ada pilkada tidak bisa mengajukan calon karena dualisme ini,” katanya.
Dalam perundingan juga disepakati, dualisme pengurus hanya berlaku di pusat dan tidak merembet ke daerah.
“Kebijakan kami agar segenap mesin partai Golkar untuk tidak melakukan langkah yang bisa memanaskan situasi ke arah perpecahan,” ujarnya.
Perundingan akan dilanjutkan 8 Januari mendatang, termasuk membahas tentang perbedaan pandangan mengenai hasil Munas Riau 2009 lalu. “Kita yakin dan berikhtiar mencari jalan keluar,” katanya. @sita
0 comments:
Post a Comment