Wednesday, December 24, 2014

Jet tempur jatuh di Raqqa, pilot Jordania ditangkap militan ISIS

Jet tempur jatuh di Raqqa, pilot Jordania ditangkap militan ISIS




LENSAINDONESIA.COM : Jet tempur milik Jordania hilang di atas teritorial ISIS pada Rabu pagi dan pilotnya ditangkap. Militan ISIS mengatakan bahwa mereka menembak jatuh pesawat menggunakan misil pendeteksi panas. Meski begitu, Amerika Serikat menegaskan dari bukti-bukti yang ada, pernyataan tersebut tidak benar.


Jordania adalah salah satu negara koalisi Amerika Serikat di Arab. Sebelumnya, negara ini sudah menyatakan perang menghadapi ISIS di Suriah.


Baca juga: Polri tetapkan warga Magetan jadi tersangka terorisme dan Tetangga mengenal tersangka anggota ISIS sebagai orang yang tertutup


Jet tempur F-16 tersebut yang pertama hilang di teritori ISIS sejak serangan udara yang dimulai bulan September.

Militan ISIS mempublikasikan sebuah foto yang menunjukkan pilot yang ditangkap, bernama Letnan Pnb Moaz Youssef al-Kasasbeh.


Dalam statemennya, US Central Command mengutuk keras aksi tersebut dan mengonfirmasi bahwa pilotnya telah diculik. Tapi tidak dijelaskan apa yang menyebabkan pesawat terjatuh. “Sangat tidak bisa ditoleransi bahwa ISIS mengekploitasi pesawat dan pilotnya untuk mencapai tujuan mereka.”


“Tapi bukti-bukti dengan jelas mengindikasikan bahwa ISIS tidak menembak jatuh pesawat seperti klaim organisasi ini,” tambahnya.


Centcom menambahkan Jordania merupakan partner berharga, dan menyebut pilot yang ditangkap memiliki performa baik selama perang melawan ISIS.


Amerika Serikat sudah mengirimkan pesawat setelah jatuhnya jet Jordania. Tapi pilot kadung ditangkap sebelum dilakukan penyelamatan, kata pejabat anonim AS pada Reuters.


Pro militan di Raqqa Media Center memposting foto-foto di halaman Facebook-nya. Militer Jordania dalam statemennya mengatakan,” Jordania bertanggung jawab untuk keselamatan dan kehidupan pilot kami,” katanya.


Ayah pilot, Youssef al-Kasasbeh berharap anaknya segera dibebaskan. “Semoga Allah memberkati hatimu dan segera dibebaskan, anakku.”


Letnan Pnb Moaz Yousseef al-Kasasbeh lahir di Karak pada tahun 1988 – saat ini berusia 26 tahun. Dia menjadi pilot di Kerajaan Jordania sejak enam tahun dan menikah pada Juli.


Sekjen PBB Ban Ki-moon juga mengungkapkan keprihatinan terhadap pilot yang ditangkap. Dia meminta agar ada perlakuan yang manusiawi berdasarkan hukum HAM internasional.


Angkatan Udara Jordania, Uni Emirat Arab, Saudi Arabia dan Bahrain telah melakukan ratusan serangan ke basis ISIS di Suriah tiga bualn terakhr. Banyak target ditembakkan di seputar Raqqa, yang menjadi tempat deklarasi ISIS Juni lalu. @sita/bbc


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment