Wednesday, December 17, 2014

Khianati Ahok, 96 mobil dinas ‘miliaran’ DPRD DKI dimangkrakan

Khianati Ahok, 96 mobil dinas ‘miliaran’ DPRD DKI dimangkrakan




LENSAINDONESIA.COM: Sebanyak 96 mobil dinas anggota DPRD DKI Jakarta periode 2009/2014 yang terparkir di Basement 2 Gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta, disayangkan kalangan DPRD karena dibiarkan mangkrak tak terurus oleh Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD).


Pasalnya, sejak diparkir pada September lalu hingga kini, lima Toyota Camry dan 89 unit Toyota Corolla Altis tersebut tak pernah diperhatikan. Itu terlihat dari banyaknya debu yang menempel di badan mobil. Bahkan, tak diberikan garis pembatas, agar steril dari pihak-pihak yang tak bertanggung jawab.


Baca juga: 96 mobil dinas wakil rakyat Jakarta dilelang, DPRD gengsi mobil bekas dan Fitra: Gubernur Ahok dan DPRD perlu tauladankan bersepeda atasi macet


Tak pelak, muncul suara-suara negatif menuding pihak Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) sengaja mengkhianati kepercayaan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Sebab, keberadaan mobil bekas dinas para wakil rakyat itu seolah diabaikan Pemprov sebagai mitra DPRD DKI dalam pengelolaan anggaran. Praktis, seperti sengaja menyia-nyiakan anggaran yang disediakan warga DKI Jakarta lewat APBD.


Pengamat otomotif yang juga warga Jakarta, Suhardi Sargo, menyayangkan, hal tersebut dapat menyebabkan kendaraan dinas rusak. Dengan begitu, harga jual mobil bekas itu dipastikan akan anjlok jauh dan bisa sangat murah dibanding mobil pada umumnya.


“Setiap bulan enggak ada perawatan (bisa) rusak,” ujarnya kepada Licom di Jakarta, Selasa (16/12/2014).


Kerusakan yang terjadi, papar Suhardi, bisa menimpa aki. Jika mobil dinas itu konsumsi listriknya banyak, maka perangkat elektronik juga akan rusak. Sementara mesin, katanya, relatif.


“Tapi, tergantung perawatan sebelumnya, service rutin enggak. Yang penting pemakaiannya. Kan bisa dilihat dari berapa kilometer. Jadi, dari itu kelihatan kehausannya,” jelas dia.


Untuk eksterior mobil, seperti cat, terang Suhardi, juga tergantung lokasi penyimpanannya. Apabila di tempat tertutup dan aman seperti garasi, maka kondisinya akan lebih baik.


“Kalau terbuka, ada anak-anak lewat, bisa kena coret, lecet. Ya, (itu) bisa saja. Selama dipakai dulu gimana (juga) cara pemakaiannya. Itu pengaruhi,” bebernya.


Menurut dia, sepatutnya pemerintah provinsi (Pemprov) DKI melakukan service kecil, seperti mengganti oli dan aki serta memanaskan mesin mobil setiap hari untuk menjaga performa kendaraan dan nilai jualnya, saat dilelang nanti tidak menyusut drastis. “Misalnya ban didiamkan saja, kempes. Itu, ya rusak,” katanya mengingatkan.


Sebab itu, dengan kondisi tanpa perawatan sama sekali tersebut, Suhardi tak bisa memprediksi berapa nilai jual yang surut.


“Tergantung pada instansi atau pemiliknya. Kalau mereka memikirkan kondisi kendaraannya, ya harus dirawat, ya service. Tapi kalau lepas tangan gitu aja, ya kita bisa bayangkan (bagaimana kerusakannya),” pungkas dia.


Sementara itu, ada dugaan pihak penanggungjawab mobil dinas itu di Pemprov sengaja merekayasa kondisi mobil seperti ittu, karena ada permainan harga supaya anjlok saat dilakukan lelanng.


Diketahui, Pemprov Jakarta akan melelang sekitar 300 mobil dinas pegawai negeri sipil yang terparkir di pool Pulo Mas, Jakarta Timur dan 96 kendaraan milik anggota DPRD DKI yang berada di Basement 2 gedung dewan. Alasannya, ingin menghilangkan aset kepemilikan mobil dinas di lingkungan pemprov.


Kepala BPKD, Heru Budi Hartono sebelumnya mengklaim, seluruh kendaraan dinas itu dalam kondisi laik sebagaimana standar penilaian Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).


Mengenai kepastian lelang, mantan Wali Kota Jakarta Utara ini mengatakan, akan digelar Desember, namun belum menentukan tanggalnya. Tetapi dia menegaskan, telah melayangkan surat kepada Badan Lelang Negara untuk menilai mobil-mobil yang akan dilelang untuk kemudian diterbitkan surat keputusan (SK).


Kepada orang-orang yang ingin mengikuti lelang, kata Heru, Pemprov DKI telah menyiapkan sistem elektronik melalui internet. “Mereka peserta lelang daftar ke komputer, waktunya satu jam. Sehari sebelumnya kita umumkan. Penawaran paling tinggi dapat dan kita menetapkan harga terendah,” ujarnya. @fatah_sidik


*******

Caption:

Mobil dinas anggota DPRD DKI Jakarta periode 2009/2014 yang terparkir di Basement 2 Gedung DPRD DKI


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment