Sunday, December 21, 2014

Obama: Serangan hacker Korut bukan ajakan perang, tapi cybervandalism

Obama: Serangan hacker Korut bukan ajakan perang, tapi cybervandalism




LENSAINDONESIA.COM: Presiden Amerika Serikat Barrack Obama tidak menganggap serangan hacker pada Sony Entertainment Pictures (SEP) sebagai pernyataan perang, namun sebagai “cybervandalism”.


“Itu hanya cyber vandalism,” kata Obama dalam interview dengan CNN, Senin (22/12/2014).


Baca juga: Soal serangan hacker Korut, Obama ajak rakyat Amerika ke bioskop dan Berkisah pembunuhan Kim Jong-un, film The Interview batal dirilis


Obama mengatakan pihaknya tengah mengkaji kemungkinan memasukkan Korea Utara sebagai negara yang mendukung tindakan terorisme.


“Kami punya kriteria jelas untuk memasukkan sebuah negara sebagai sponsor terorisme. Kami tidak membuat penilaian berdasarkan berita hari ini,” kata Obama.


“Kami melihat secara sistematis apa yang telah terjadi dan berdasarkan fakta,” tegasnya.


Presiden juga mengkritik keputusan SEP membatalkan merilis film komedi “The Interview”, yang menceritakan pembunuhan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. Film tersebut batal dirilis setelah ada ancaman bahwa negara tersebut akan menyerang bioskop yang menayangkan film ini.


Obama dalam konferensi pers pada Jumat, menyebut keputusan itu sebagai sebuah kesalahan dan berharap seharusnya Sony meminta pertimbangan darinya lebih dahulu. CEO SEP Michael Lynton mengatakan, “Kesalahan tersebut telah terjadi.”


Dia menyalahkan distributor film yang memilih menolak menayangkan film tersebut.


“Saya bersimpati dengan peristiwa tersebut. Mereka punya pertimbangan bisnis tersendiri. Andai saja mereka bicara pada saya tentang keputusan ini, saya akan meminta film ini tetap diputar,” ujar Obama.


Kata Obama, peristiwa ini bukan hanya tentang SEP namun juga membawa preseden bagi perusahan tersebut.


FBI pada Jumat lalu menuding Korea Utara di belakang serangan hacker di sistem komputer SEP.


“Masalahnya bukan sekedar di industri enterntainment, tetapi juga menimbulkan berdampak pada industri pemberitaan.”


“CNN kerap mengkritik Korea Utara. Apabila sistem cyber CNN juga diserang, apa itu berarti CNN tidak akan memberitakan tentang Korea Utara,” tanya Obama.


Obama melanjutkan, “Jadi, dalam hal ini bukan sikap buruk Sony menanggapi serangan syber ini. Tetapi ini adalah sebuah awal baru bagaimana kita semua menghadapi serangan syber. Kami akan berusaha terus untuk menghadapi para hacker.”


Sebelumnya, Lynton mengaku kecewa terhadap statemen Obama. “Kami tidak menyerah (terhadap serangan ini). Kami tetap berharap rakyat Amerika bisa menonton film ini,” katanya.


Serangan hacker ini memicu kampanye publik Amerika di dunia maya dengan hastag #HackThemBack. Sebuah LSM Human Rights Foundation berencana membeli kopi dari film “The Interveiw”. @sita


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment