Wednesday, February 25, 2015

Kubu HR ungkap ada upaya aklamasi untuk pilih pasangan ZH-SB

Kubu HR ungkap ada upaya aklamasi untuk pilih pasangan ZH-SB




LENSAINDONESIA.COM: Tensi politik di internal Partai Amanat Nasional (PAN) makin tinggi jelang pelaksanaan Kongres PAN di Bali akhir Februari ini. Kubu Hatta Rajasa mengungkap ada skenario memilih Zulkifli Hasan secara aklamasi.


Ketua DPP Bidang Politik Garda Muda Nasional (DPP GMN) Muhamad Adnan Rarasina mengungkap ada gerakan politik kubu Zulkifli Hasan dengan mengumpulkan DPW/DPD di Jogja pada Selasa kemarin. Sayangnya, kehadiran di lapangan tidak sesuai dengan yang diharapkan, yaitu hanya 106 DPW/DPD saja.


Baca juga: Laode Ida: Amien Rais harusnya netral dan Kongres PAN jadi momentum reuni dan regenerasi


“Kubu Zulhas mengklaim ada 300 suara yang terkumpul. Tapi ini hanya untuk menutupi kekalahan yang sudah di depan mata,” kata Adnan, Rabu (25/2/2015).


Seperti yang diketahui pemilik suara didaerah sebanyak 514 DPD dan 68 DPW maka jika di total jumlah keselurahan sama dengan 582 suara. Dan apabila ditambahkan lagi dengan 3 suara dari unsur DPP, 6 suara dari sayap partai maka total keseluruhan sebanyak 597 suara.


Ia sendiri mengklaim bahwa Hatta Rajasa telah mendapatkan dukungan 360 pemilik suara pada konsolidasi kubu HR di Menado untuk wilayah timur dan di Pekan Baru untuk wilayah barat, beberapa waktu lalu.


Dengan lebih separuh menyapu dukungan, HR dianggap mulus menduduki kembali posisinya sebagai Ketua Umum PAN. Di sinilah lantas muncul skenario agar Kongres PAN dibuat secara aklamasi.


“Ada skenario pemenangan aklamasi Zulhas dengan menggunakan pengaruh besar MAR (M. Amien Rais, red),” ujarnya.


Skenario itu antara lain pertama, setiap provinsi dipanggil lalu dikumpulkan jadi satu dan diminta memakai seragam netral. Kedua, HR dipaksa dengan berbagai ancaman dan black campaign untuk mengundurkan diri dari pencalonan ketua umum.


Ketiga, MAR akan mengambil alih pimpinan sidang dari stering comitte kemudian menetapkan Zulhas menjadi ketua umum dan SB sebagai ketua majelis penasehat.


“Tentu semua skenario politik ini tidak akan berjalan mulus, kubu HR yang sudah mayoritas tentu akan melakukan perlawanan total dan siap dengan semua skenario terburuk sekalipun,” tegasnya.


Pihaknya menjamin akan melakukan perhitungan suara berakhir untuk pemilihan ketua umum selesai dilakukan. Kata Adnan, PAN sendiri berada di ambang perpecahan bila ada pihak yang memaksakan kehendak dan membajak demokratisasi partai dalam forum kongres kali ini.


Di satu sisi ancaman yang berhembus kencang dari Jogja untuk mendirikan partai baru bila semua skenario yang direncanakan gagal total semakin membuat suasana dan tensi politik dari kongres kali ini mencapai titik didih tertinggi.


Di sisi lain pasangan yang digadang-gadang sebagai duet maut yaitu Soetrisno Bachir sebagai ketua MPP dan Zulhas sebagai ketua umum sebenarnya adalah duet yang usang, tak ada kata regenerasi didalamnya seperti yang digembor gemborkan selama ini, karena keduanya juga pernah berduet sebagai ketua umum dan sekjen pada periode sebelum HR yakni 2005-2010.


Dalam duet pertamanya kedua orang tokoh PAN ini sudah terbukti gagal baik dalam perolehan suara maupun perolehan kursi.


“Prestasinya terbukti tidak ada sama sekali justru terjun bebas ketika memimpin. Nah dilala kok sekarang digadang gadang kembali seolah olah akan menyelamatkan partai, dari mana logika yang dibangun. Yang ada terkesan sangat dipaksakan wong sudah gagal kok,” ketusnya. @sita


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment