LENSAINDONESIA.COM: Satgas bencana Grup-2 Kopassus telah berhasil mengevakuasi delapan jenazah, yang semuanya ditemukan di pemukiman tepat di bawha ketinggian yang mengalami longsor. Total ada sembilan jenazah yang ditemukan di lokasi yang cukup sulit ini.
Pelaksanaan didukung menggunakan eskavator milik dinas PU Kab Banjarnegara
“Kegiatan evakuasi dihentikan pada pukul 13.30 WIB terkait dg cuaca yang tidak mendukung dikarenakan turun hujan yang cukup deras,” kata Mayor Inf Wahyu Yuniartoto dalam rilis yang diterima LensaIndonesia.com, Rabu (17/12/2014).
Baca juga: Kopassus adakan pengobatan massal bagi korban longsor Banjarnegara dan Polri kesulitan lacak korban hilang dalam longsor Banjarnegara
Wahyu menambahkan bahwa hari ini akses jalan Banjarnegara – Pekalongan sudah bisa dilewati. Pekerjaan buka akses jalan tersebut atas bantuan Belco milik dinas PU dibawah pimpinan Serda Sembiring. Sedangkan seluruh pelaksanaan evakuasi dipimpin langsung Komandan Korem 071/WK, Kolonel Inf Edison.
Tim Kesehatan Kopassus bekerjasama dengan Denkesyah, Yonkes 2 Kostrad,FK UNS, FK UII Jogja melaksanakan pengobatan massal di Posko Kesehatan. Total yang berobat sebanyak 126 pasien dengan jenis penyakit terbanyak ISPA, penyakit kulit dan hipertensi. Sedangkan Tim Kopassus bekerjasama dengan PMI menyalurkan hasil sumbangan para relawan diberikan kepada masyarakat yang kena musibah berupa pasien selimut, sarung, susu, pampers dan makanan kering kepada pasien yg berobat.
Tim kesehatan Kopassus juga berhasil melakukan operasi pelepasan pen terhadap pasien bernama Mbah Suripah (68). Seharusnya pelepasan dilakukan dua hari lalu, namun karena ada bencana longsor dan lokasi rumah sakit yang sangat jauh, hal tersebut tertunda. “Matursuwun pak dokter,mbah mboten perlu teng rumah sakit maleh damel nglepas pen, rumah sakite tebih (Terima kasih pak dokter ,saya tidak perlu kerumah sakit lagi,untuk melepas pen ini, karena rumah sakitnya jauh, red),” kata mbak Suripah
Autentikasi
Penerangan Kopassus
Mayor Inf Achmad Munir
0 comments:
Post a Comment