Tuesday, December 16, 2014

Mulai besok, Djarot janji kerja naik sepeda beri contoh warga Jakarta

Mulai besok, Djarot janji kerja naik sepeda beri contoh warga Jakarta



LENSAINDONESIA.COM: Djarot Saiful Hidayat siap melanjutkan kebiasaannya bersepeda saat ke kantor setelah resmi menjadi Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta. Ini dimaksudkan untuk memberi contoh warga Jakarta, bergaya hidup sehat, efisien, dan mengatasi problem kemacetan.


“Kalau memungkinkan, (setiap) Jumat ke kantor (dengan bersepeda). Jam 05.30 mungkin masih cukup nyaman untuk sepedaan. Insya Allah, kalau memungkinkan, karena dari sini (rumah dinas Wagub DKI) ke Balai Kota relatif lebih jauh daripada Suropati (lokasi rumah dinas Gubernur DKI),” ujarnya sebelum pelantikan saat ditemui LICOM di Rumah Dinas Wagub DKI, Jalan Besakih E/35 No. 11, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (17/12).


Baca juga: Djarot siap nggowes dan blusukan keliling Jakarta dan Dilantik jadi Wagub DKI, Djarot harap Megawati Soekarnoputri hadir


Lokasi rumah dinas ke Balai Kota hanya menempuh jarak sekitar 2 Kilo Meter.\


Setelah resmi menjadi DKI-2, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini pun siap melakukan blusukan, kegiatan menemui warga untuk mengetahui masalah yang ada di lapangan sebagaimana yang rutin dilakukannya saat menjadi Wali Kota Blitar 2000-2010 lalu.


“Tentu saja kita akan turun ke bawah, karena betul kata Jokowi- Ahok, persoalan ada di masyarakat, kebetulan saya siap di lapangan,” akunya.


Sementara, prioritas yang akan dilakukan mantan anggota DPRD Jawa Timur ini setelah menjadi Wagub DKI adalah berkoordinasi dan berkomunikasi dengan DPRD DKI untuk menyelesaikan pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2015 secepatnya.


“Sekarang pertama, yang mendesak adalah komunikasi, koordinasi sama DPRD karena kita fokus RAPBD 2015, KUA-PPAS (Kebijakan Umum APBD dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara),” terang dia.


Politikus kelahiran Gorontalo ini pun optimistis, APBD DKI 2015 dapat segera disahkan, karena dia percaya, tak ada polarisasi dua kekuatan di dewan, antara Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dan Koalisi Merah Putih).


“(KMP dan KIH) sudah tidak ada. Begitu sudah duduk jadi dewan, sekat-sekat itu enggak ada, semua menyatu jadi anggota dewan, koalisi bersama,” yakinnya.


Sebab itu, dia membantah, akan merangkul DPRD DKI demi meloloskan semua program pemerintah provinsi (Pemprov) kelak. “Bukan merangkul. Untuk apa?”


“Saya hanya silaturahmi, karena saya yakin, tujuan mereka sama, legislatif dan eksekutif sama, bagaimana Jakarta lebih baik. Saya pikir, karena tujuan sama, maka hanya peran berbeda,” bebernya. @fatah_sidik


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment