Wednesday, December 24, 2014

BPKD Pemprov DKI Jakarta akui tak rawat mobil dinas

BPKD Pemprov DKI Jakarta akui tak rawat mobil dinas




LENSAINDONESIA.COM: Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta, Heru Budi Hartono berdalih, tak terawatnya mobil dinas anggota DPRD DKI Jakarta periode 2009/2014 karena kesulitan mengurusnya.


“Ya, namanya juga begitu banyak. Ngerawat 100 mobil kan susah,” kilahnya tanpa meras abersalah kepada Lensa Indonesia di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta, Rabu (24/12/2014).


Baca juga: Pemprov Jakarta mulai tahap pertama melelang 128 mobil dinas dan M Taufik sebut serapan APBD DKI Jakarta 2014 buruk akibat pencitraan


Dia pun mengklaim, mobil dinas bermerek Toyota Altis dan Toyota Camry yang terparkir di basement 2 Gedung DPRD DKI Jakarta itu tak akan rusak, kendati didiamkan sejak September lalu hingga kini. “Paling hanya debu saja. Nanti disalonkan juga cakep lagi,” sambung mantan Walikota Jakarta Utara itu.


Meskipun memahami hal itu bisa mengurangi nilai jual kendaraan dinas saat dilelang nanti, namun Heru sesumbar, penurunan harganya tak akan terlalu signifikan. “Ya kurang sedikit saja, hanya Rp 1 juta karena kondisinya masih bagus semua,” ujar peraih gelar master dari Universitas Krisna Dwipayana Jakarta itu.


Diketahui, mobil dinas anggota DPRD DKI Jakarta 2009/2014 yang terparkir di gedung dewan dalam kondisi tak dirawat Pemrov DKI Jakarta sejak ditaruh pada September lalu. Ini terlihat dari banyaknya debu yang menempel di body mobil dan ban mulai mengempis. Parahnya lagi, tidak dipasang garis pembatas agar mobil dinas steril dari pihak-pihak yang tak bertanggung jawab.


Kata pengamat otomotif, Suhardi Sargo, kendaraan yang terlalu lama didiamkan dan tanpa perawatan akan mengalami kerusakan, seperti aki dan perangkat elektronik. “Tapi, tergantung perawatan sebelumnya, service rutin enggak. Yang penting pemakaiannya. Kan bisa dilihat dari berapa kilometer. Jadi, dari itu kelihatan keausannya,” katanya.


Untuk eksterior mobil, seperti cat, ungkap Suhardi, juga tergantung lokasi penyimpanannya. Apabila di tempat tertutup dan aman seperti garasi, maka kondisinya akan lebih baik. “Kalau terbuka, ada anak-anak lewat, bisa kena coret, lecet. Selama dipakai dulu gimana juga cara pemakaiannya. Itu mempengaruhi,” bebernya.


Maka itu, menurutnya sudah selayaknya Pemprov DKI Jakarta melakukan service kecil, seperti mengganti oli dan aki serta memanaskan mesin mobil setiap hari untuk menjaga performa kendaraan dan nilai jualnya, saat dilelang nanti tidak menyusut drastis. @fatah_sidik


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment