Thursday, December 18, 2014

Cuma bawa palu, perampok `kacangan` babak belur dihajar warga

Cuma bawa palu, perampok `kacangan` babak belur dihajar warga




LENSAINDONESIA.COM: Gagal melakukan perampokan di sebuah perusahaan penukaran mata uang asing (money changer) di Jl Panggung 58, Muhammad Usman al Mahdi (40) warga Jl Kandia Baru 40, Makassar, Kamis (18/12/2014) sekitar pukul 15.30 WIB, babak belur dihajar massa sehingga mengalami luka cukup parah di bagian pelipis kiri. Kasus ini ditangani Polsek Pabean Cantikan.


Peristiwa perampokan bermula ketika tersangka naik taksi menuju toko minyak wangi milik Alfian. Pelaki meminta uang Rp 70 ribu kepada pemilik toko untuk membayar taksi dan berjanji akan menggantinya setelah menukarkan uang. Kemudian pelaku perampokan ini menuju ke tempat money changer dengan berpura pura akan membeli Dollar Amerika.


Baca juga: Remaja 17 tahun gagalkan aksi perampokan dan Tiga bersaudara dibekuk saat hendak pesta sabu


Kedatangan pelaku disambut Arifin Saiku (korban) yang langsung meminta Usman menunjukkan uang asing yang diinginkan. Begitu melihat uang incarannya, Usman langsung mengeluarkan palu yang sudah disiapkan dan memecahkan kaca meja dan merampas uang korban. “Jangan melawan, saya perampok,” gertaknya.


Setelah merampas uang milik korban, pelaku perampokan ini langsung melarikan diri. Korban kemudian berteriak memkinta bantuan warga. “Rampoookk… rampoookk…”. Mendengar itu warga sekitar langsung mengejar pelaku, Begitu berhasil menangkapnya, perampok kacangan ini langsung dihajar beramai-ramai.


Untung saja saat itu melintas anggota Reskrim Polsek Pabean Cantikan. Aksi massa yang main hakim sendiri berhasil dicegah dan pelaku perampokan di perusahaan money changer ini diamankan ke Mapolsek.


Kanit Reskrim Polsek Pabean Cantikan Iptu Sutrisno menjelaskan, diduga kuat sebelum melakukan aksi perampokan di perusahaan money changer, pelaku sudah mempelajari situasi dan kondisi lingkungan tersebut. “Dari tangan pelaku perampokan yang ternyata juga jadi DPO Polres Probolinggo ini, petugas mengamankan barang bukti palu yang dijadikan senjata menakuti korban, uang Dollar Amerika, Ringgit Malaysia serta uang tunai Rp 250 ribu,” jelasnya.


SEdangkan Usaman sendiri mengaku nekat melakukan aksi perampokan karena nekat untuk menyambung hidup setelah `dibuang` keluarga besarnya. “Kluarga saya sudah tidak mau kepada saya,” ungkap duda tiga anak ini dengan nada jengkel. @rofik


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment