Thursday, December 25, 2014

DPRD Jakarta desak percepatan normalisasi kali cegah banjir

DPRD Jakarta desak percepatan normalisasi kali cegah banjir




LENSAINDONESIA.COM: Intensitas hujan yang semakin tinggi membuat DPRD DKI Jakarta perlu mengingatkan kepala daerah untuk memecut SKPD-nya bergerak cepat. Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Prabowo Soenirman meminta Wakil Gubernur DKI, Djarot Saiful Hidayat segera menginstruksikan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) bergerak cepat untuk membersihkan sampah di kali. Intensitas hujan di ibu kota diperkirakan meningkat tajam pada Januari 2015.


“Anggaran kita besar. Kemudian Djarot bilang sudah keliling. Artinya, sudah lihat lokasi. Maka, sekarang ambil tindakan, tinggal perintahkan Dinas Kebersihan dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk mengeruk sampah di kali,” ujarnya saat dihubungi Licom di Jakarta, Kamis (25/12/2014).


Baca juga: Inilah 14 titik lokasi rawan banjir sorotan Gubernur DKI Jakarta dan Pemprov DKI Jakarta klaim banjir tahun ini tak separah musim lalu


Mengenai sulitnya akses alat berat untuk mengeruk kali, bagi Prabowo, itu bukan hal sulit. Bila Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI serius, kata dia, bisa merelokasi

warga ke rumah susun (rusun). “Pemprov buat rusun untuk mereka. Kalau perlu ditambah dan ini diprioritaskan,”

jelas politikus Gerindra itu.


Kata Prabowo, Dinas Kebersihan tak bisa menjadikan minimnya alat berat sebagai alasan menunda pengerukan kali. Sebab, proses pengadaannya sudah melalui e-catalog.”Kalau sudah e-catolog, kan enggak perlu lelang. Lalu apa lagi alasannya? Jadi, pengadaan sudah gampang. Enggak ada alasan lagi buat tunda-tunda,” papar mantan

Direktur Utama PD Pasar Jaya ini.


Bagi Prabowo, kinerja Dinas PU dan Kebersihan belum optimal dalam menyelesaikan masalah sampah di Jakarta, khususnya pengerukan kali. “Karena itu Ahok dan Djarot jangan banyak wacana. Tapi kerja, tunjukan kepada warga

Jakarta, bahwa mereka akan buat ‘Jakarta Baru’. Makanya, segera kerja dan evalusi,” tegasnya.


Sebelumnya, Kepala Dinas PU, Agus Priyono mengakui, bila pengadaan pengerukan kali dan sungai terkendala, karena tak ada akses jalan untuk alat berat. Sebab itu, pihaknya akan membuat jalan inspeksi.


“Jalan inspeksi dikerjakan dahulu supaya pengerukannya gampang,” ujarnya beberapa waktu lalu.


Jalan inspeksi selebar 5-6 meter itu, kata Agus, akan dibuat di sejumlah lokasi. Dia merinci jalan dibuat di Ciliwung, Kali Sentiong, Kali Mookervart, Kali Grogol, dan Jalan Danau Sunter Barat, Jalan Inspeksi Kali Item,

Muara Karang, dan satu lagi Kali Apuran.


Anggaran untuk pembangunan sendiri akan memakai dana corporate social responsibility (CSR) dari pihak pengembang. “Tapi nanti ke depan harus kita sendiri yang kerjain,” terang Agus.


Di sisi lain, Kepala Pusat Meteorologi Publik Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Mulyono Prabowo sebelumnya menerangkan, puncak musim hujan dengan curah rata-rata mencapai 400-500 mm di wilayah Jakarta dan sekitarnya akan terjadi pada 10 hari terakhir Januari dan 10 hari pertama Februari.


Pada saat yang bersamaan, kata dia, siklus pasang air laut di teluk Jakarta juga meningkat, terpengaruh fase purnama. Akibatnya, kecepatan pembuangan air dari selatan ke arah laut melambat. Sehingga, potensi banjir di ibu kota meningkat.


Atas dasar itu, Deputi Penanggulangan Darurat Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Tri Budiarto, meminta Gubernur DKI menetapkan status siaga darurat banjir sejak 1 Januari 2015. “Kalau penetapan status siaga itu terlambat, bisa-bisa penanganan banjir juga kacau,” katanya beberapa waktu lalu.


Dia meminta saat status siaga ditetapkan, proses evakuasi dilakukan. Sementara penetapan status masa transisi darurat bencana sebagai pemulihan, menurut Tri, harus ditetapkan hingga awal Maret 2015. Sebab, sesuai prediksi BMKG, curah hujan mulai menurun pada pertengahan Februari. @fatah_sidik


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment