LENSAINDONESIA.COM: Presiden Joko Widodo (Jokowi) dipartikan tidak akan maju sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) pada Kongres ke IV pada 2015 mendatang.
Kepastian Jokowi tidak berkompetisi dengan Megawati Soekarnoputri tersebut dikemukakan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Senin (22/12/2014).
Baca juga: Megawati dipastikan akan kembali pimpin PDIP dan PDIP dan NasDem agendakan pertemuan "kawin politik" Rachmawati?
Pernyataan Hasto ini sekaligus sebagai jawaban penegasan terkait rillis lembaga survey Cyrus yang di helat beberapa waktu lalu, yang menyimpulkan bahwa Jokowi akan menjadi kandidat kuat sebagai Ketua Umum PDIP.
“Negara ini butuh pemimpin seorang kenegarawanan. Dan Pak Jokowi sendiri sudah sepakat Ibu Megawati untuk menjadi ketua umum untuk periode berikutnya,” ujarnya.
Alasan kenapa sosok putri Bung Karno itu masih layak untuk duduk sebagai ketua umum kembali, menurut Hasto, karena sosok Mega dinilai mampu membangun partai dari masa sulit hingga menjadi partai pemenang dipemilu sebelumnya. Megawati pun diakui Hasto mampu menjadi perekat partai.
“Mega figur yang dapat membangun partai dari masa sulit sampai menjadi partai pemenang. Dan beliau yang membuat Jokowi berhasil sebagai presiden,” terangnya.
Lantaran sudah mendapatkan banyak dukungan dari para kader, Hasto menegaskan bahwa pada Kongres ke IV nantinya tinggal hanya pengukuhan saja. Terkait berita miring lainnya yang mengatakan jika Megawati kembali terpilih sebagai ketua umum, maka akan merusak kaderisasi partai, juga dibantah oleh Hasto.
“Tidak akan merusak kaderisasi. PDIP telah menghasilkan kader-kader muda sebagai pemimpin. Dan satu lagu PDIP juga tidak akan terpecah belah,” pungkas Hasto. @yuanto
0 comments:
Post a Comment