LENSAINDONESIA.COM: Dua wilayah di Jawa Timur, Banyuwangi dan Lamongan jadi pantauan utama Dentasemen Khusus 88 Anti-teror. Tujuannya untuk mempersempit gerakan teroris di Indonesia, khususnya Jatim.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Anas Yusuf usai memimpin upacara PAM Natal dan tahun baru 2015 di Mapolda Jatim
Baca juga: Densus 88 Anti-teror tangkap warga Lamongan dan Densus 88 Anti Teror sergap bendahara teroris jaringan MIT
“Saat ini kabupaten Lamongan dan Banyuwangi mendapat atensi khusus dari Densus 88 Anti-teror, sementara ada kelompok teroris di Banyuwangi sampai sekarang yang masih DPO,” terang Anas, Selasa (23/12/2014).
Seperti diberitakan Lensa Indonesia sebelumnya, Seorang warga Lamongan, Toni Saronggalo, ditangkap Dentasemen Khusus 88 Anti Teror.Penjual ayam itu diduga terlibat dalam tindak pidana terorisme.
Dia ditangkap pada Minggu (21/12/2014) malam di pertigaan Jalan Raya Lonjong, Desa Margo Anyar, Kecamatan Glagah saat akan membeli ayam. Toni ditangkap sekitar pukul 20.00 WIB.
Informasinya, Toni ditangkap setelah empat temannya ditahan terlebih dahulu. Toni, yang tengah menunggu anak keenam, diduga terlibat dalam latihan perang di Gunung Junto Aceh.
Dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Awi Setiyono tidak membenarkan atau membantah. “Silakan konfirmasi ke Densus 88 langsung karena mereka yang menangkap,” katanya pada LensaIndonesia.com @rofik.
0 comments:
Post a Comment