LENSAINDONESIA.COM: Ketua Koalisi Merah Putih (KMP) DPRD DKI Jakarta, M Taufik membantah, bila pihaknya batal mengajukan hak interpelasi terhadap Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terkait rendahnya penyerapan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2014.
Taufik mengatakan, tertundanya agenda interpelasi ini karena pihaknya fokus membahas Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) 2015.
Baca juga: KMP dan KIH Jakarta rukun bentuk AKD, Ini susunan yang bikin lega dan Tak puas pembagian AKD, Demokrat cabut dari KMP
“KMP sudah siap, tinggal jalan aja kok. Kami saat ini fokus dulu pembahasan RAPBD 2015. Tunggu saja tanggal mainnya nanti,” kilah Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta ini, Jumat (26/12/2014).
Adapun pengajuan hak tanya tersebut diwacanakan bergulir pada Januari 2015.
Menurut Taufik, pengajuan interpelasi itu cukup beralasan. Sebab, per November 2014, penyerapan APBD hanya sebesar 36,07 persen dari total Rp 72,9 triliun.
Dengan demikian, dia menyebut Ahok, yang juga mantan koleganya di Partai Gerindra, gagal memimpin Jakarta. “Sudah jelas kok gagal. Indikatornya bisa dilihat dari penyerapan APBD 2014,” ketus Taufik.
Diketahui, sejak dideklarasikan oleh Ketua Presidium KMP, Aburizal Bakrie di ibu kota, 11 November silam, koalisi pengusung Prabowo Subianto-Hatta Rajasa di DKI mengklaim akan mengajukan interpelasi kepada Ahok terkait rendahnya penyerapan anggaran.
Selain interpelasi, KMP juga sesumbar akan merebut seluruh kursi alat kelengkapan dewan (AKD) DPRD DKI. Namun kenyataannya, pembagian kursi pimpinan parlemen dilakukan secara proporsional sesuai perolehan suara parpol dalam pemilu legislatif (Pileg) 9 April silam.@fatah_sidik
0 comments:
Post a Comment