LENSAINDONESIA.COM: Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Yuddy Chrisnandy bersama Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) berkeliling naik perahu memantau banjir di kawasan Bandung Selatan, Kampung Cieunteng, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Minggu (21/12/2014).
Dari pantauan Gubernur, Kampung Cieunteung, salah satu kampung yang terendam banjir paling parah. Ketinggian air hampir mencapai 2,5 meter atau hampir menyentuh genting rumah.
Baca juga: Ribuan warga tiga kecamatan di Bandung mengungsi akibat banjir dan Banjir 2,5 meter, 1.600 rumah di Bandung terendam
Yuddy mengatakan, kedatangannya ke lokasi banjir di Kabupaten Bandung karena diutus oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (Jokowi-JK).
“Saya ke sini diutus oleh Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk melihat situasi disini, saya diutus untuk melihat kepedihan warga disini,” kata Yuddy.
Menurut dia, hasil pemantauannya akan dilaporkan ke Presiden Jokowi.
Kepada warga yang menjadi korban banjir Yuddy terus memberikan semangat dan motivasi. “Tetap sabar ya, kami (pemerintah) sedang mencari solusi, kita akan segera tangani ini,” kata Yuddy.
Seperti diketahui, banjir di Kabupaten Bandung selalu menjadi langganan setiap musim hujan tiba. Yuddy mengatakan, permasalahan ini harus segera dituntaskan. “Ini (masalah banjir setiap tahun di Kabupaten Bandung) harus diselesaikan secara permanen,” kata Yuddy.
Namun demikian, perlu waktu untuk mengatasi masalah seperti ini. “Memang perlu waktu, kita dengan Pak Gubernur (Pemprov Jabar) dan Pemkab setempat akan serius menangani masalah ini,” kaya Yuddy.
Di tempat terpisah, Rizki (29), warga Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, mengakui kawasannya dilanda banjir setiap tahun. Namun, ia mengatakan, banjir kali ini adalah yang paling parah.
“Biasanya nggak separah ini. Sepertinya ini terbesar dalam 10 tahun terakhir,” kata Rizki di jalan raya Dayeuhkolot-Baleendah, Minggu (21/12/2014).
Rumah Rizki tak jauh dari jalan raya Dayeuhkolot-Baleendah. Tahun-tahun sebelumnya, banjir paling tinggi hanya sebetis orang dewasa. “Tapi kemarin sampai sepinggang,” jelasnya.
Selain Dayeuhkolot, dua kecamatan di Kabupaten Bandung yang diterjang banjir adalah Baleendah dan Bojongsoang. Banjir disebabkan meluapnya Sungai Citarum. Hujan deras membuat air sungai yang memiliki anak sungai di 3 kecamatan tersebut meluber.
Akses Dayeuhkolot ke Baleendah atau Banjaran, tepatnya di depan masjid jami, terputus karena genangan air setinggi lutut. Kendaraan tak berani melintas. Yang terlihat hanya sejumlah orang berjalan kaki menuju kampung-kampung di sekitar jalan raya.
Hingga sore ini, air belum surut. Hujan mengguyur. Warga khawatir air kian tinggi.@ridwan_LICOM/det/kc
0 comments:
Post a Comment