LENSAINDONESIA.COM: Banjir yang melanda Kabupaten Bandung, Jawa Barat memasuki hari keenam. Kendati begitu, genangan air tidak kunjung surut. Hal ini mengakibatkan jumlah pengungsi korban banjir terus bertambah.
Hingga saar ini jumlah pengungsi yang tersebar di sejumlah titik telah mencapai 12 ribu jiwa.
Baca juga: Ketinggian air mencapai 3 meter, banjir di Bandung kian meluas dan Kabupaten Bandung tetapkan tanggap darurat bencana banjir
Kepala Harian Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Marlan mengatakan, banjir yang menerjang kawasan Bandung Selatan pada tahun ini terbilang parah. Karena, pada tahun ini genangan banjir lamban surut. Hal itu karena hujan tak henti-hentinya mengguyur kawasan hulu dan hilir Sungai Citarum.
“Hingga hari ini, bisa dibilang tiap hari pengungsi terus bertambah. Meskipun masih banyak juga yang tetap bertahan di rumah. Saat ini jumlah pengungsi bertambah menjadi 12 ribu jiwa yang disebar ke beberapa titik pengungsian,” sebut Marlan seprti dukutip tempo, Kamis (25/12/2014).
Banjir sempat surut pada Rabu pagi, namun hal tersebut tak berlangsung lama. Hujan lebat di kawasan Pangalengan, Bandung Selatan, mengirimkan debit air yang besar sehingga menyebabkan Sungai Cisangkuy meluap.
Beberapa wilayah yang terendam banjir tidak bisa mengakses listrik. Listrik mati total terutama di Kecamatan Dayeuhkolot. Namun, kebutuhan air bersih masih tetap diusahakan, terutama bagi warga yang memilih tinggal di rumahnya masing-masing.
Sebagian warga korban banjir Bandung Selatan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang memilih tetap tinggal di rumah mereka, mengeluhkan bantuan distribusi makanan dari pemerintah. Rumah mereka terkepung banjir yang melanda kawasan itu sejak Senin lalu.
Sejak enam hari, permukiman mereka diterpa musibah banjir, belum ada bantuan makanan yang disalurkan ke rumah-rumah. “Sejak hari pertama banjir belum ada bantuan makanan dari pemerintah,” kata Winda, warga Kampung Cigosol, Kelurahan Andir, Kecamatan Baleendah.
Menurut Winda, selama bertahan di rumahnya ia mengandalkan kakak laki-lakinya untuk membeli bahan makanan. Kini rumah keluarga Winda sudah hampir sepenuhnya direndam banjir. Ia bersama keluarga memilih pindah ke tempat pengungsian. “Kemarin sempat surut, namun tadi malam banjir naik lagi,” ujar dia.
Winda berharap pemerintah tidak hanya berfokus ke tempat pengungsian saja. Masih banyak warga yang tertahan di rumah masing-masing. “Coba lihat kondisi kami yang tertahan di rumah-rumah,” ujar dia.@ridwan_LICOM
0 comments:
Post a Comment