Sunday, December 14, 2014

Pria bersenjata sandera 40 orang di Australia

Pria bersenjata sandera 40 orang di Australia




LENSAINDONESIA.COM: Setidaknya ada 40 orang disandera di sebuah kafe Lindt, yang padat pengunjung. Akibat insiden itu, polisi menutup kota Sidney pada Senin (15/12/2014) pagi.


Setidaknya empat orang sandera dipaksa memegang bendera warna hitam dan putih di jendela kafe. Bendera tersebut mirip dengan ISIS. CEO Lindt Australia Steve Loane mengatakan ada sekitar 40 hingga 50 orang berada di kafe tersebut, termasuk staf. “Kami dengar disana ada bendera ISIS. Hanya itu yang kami tahu,” katanya.


Baca juga: BNPT amini Presiden SBY soal ancaman teror Natal dan Tahun Baru dan Ansyaad Mbai: Penanganan terorisme tak terganggu skandal penyadapan


Penyanderaan dimulai sekitar pukul 10 waktu setempat, yang menurut Loane adalah waktu paling sibuk karena banyak pelanggan yang datang. Lindt memiliki tiga kafe di pusat bisnis Sidney, tapi Loane mengatakan tidak ada hal apapun yang memungkinkan kafe ini layak untuk dijadikan target. Jalanan sudah diblokir beberapa blok dari kafe. Dia sendiri tidak bisa mendekat saat ini. “Saya mengkhawatirkan mereka, semoga semuanya baik-baik saja,” ujarnya.


Insiden ini belum dikaitkan dengan serangan kelompok teroris tertentu. Setidaknya salah satu penyandera memiliki senjata.


Semua layanan kereta ditutup di dekat daerah itu. Petugas polisi telah menempatkan senjata di luar kafe tersebut. Polisi juga telah mengosongkan Sydney Opera House.


Fairfax Media melaporkan bahwa Pemerintah Australia telah mengadakan pertemuan Komite Keamanan Nasional pada Senin pagi. Selama beberapa bulan telah beredar peringatan bahwa serangan teror dapat terjadi di Australia.


Perdana Menteri Australia Tony Abbot mengatakan penyanderaan tersebut sebagai peristiwa yang memprihatinkan. “Lembaga penegak hukum dan keamanan Australia yang sudah terlatih sedang menangani kasus ini secara menyeluruh dan profesional,” katanya lewat akun Twitter resminya @TonyAbbottMHR.


“Australia adalah masyarakat yang damai, terbuka, dan murah hati. Tidak ada hal yang boleh mengubah hal tersebut dan itu sebabnya saya mengajak semua orang Australia hari ini untuk tetap beraktivitas seperti biasa,” ujarnya kepada media seperti dikutip dari The Guardian.


PM Abbott juga mengaku tidak mengetahui apa motivasi pelaku penyanderaan. Tapi dia mengatakan insiden itu tidak akan mempengaruhi kehidupan warga Australia. Menteri Keuangan Joe Hockey tetap akan merilis laporan fiskal tengah-tahun (Myefo) pada hari ini, sebagaimana telah dijadwalkan sebelumnya.


Saat ini, diketahui bahwa lebih dari 70 warga negara (WN) Australia bergabung dengan kelompok Islam militan di Suriah dan Irak. Setidaknya 20 WN Australia tewas setelah bergabung dengan kelompok di Irak dan Suriah tersebut. Hal ini membuat aparat keamanan Australia bergerak cepat untuk mengatasi radikalisasi dan serangan yang terjadi di dalam negeri. @sita


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment