Saturday, December 20, 2014

Pyongyang membantah tuduhan dibalik serangan cyber ke SPE

Pyongyang membantah tuduhan dibalik serangan cyber ke SPE




LENSAINDONESIA.COM: The Democratic People’s of Korea (DPRK) membantah berada di belakang serangan siber ke Sony Pictures Entertaiment (SPE) dan meminta untuk melakukan penyelidikan bersama.


Penyerangan terhadap SPE bertujuan untuk membatalkan peluncuran film komedi berjudul “The Interview”, yang menceritakan tentang pembunuhan kepada pemimpin DPRK, Kim Jong-un.


Saat konferensi pers, Jumat, Presiden AS Barrack Obama mengatakan keputusan SPE untuk membatalkan perilisan film tersebut adalah sebuah kesalahan. Pemerintahnya akan membalas serangan tersebut, sembari menekankan pada DPRK.


FBI investigasi menemukan ada cukup informasi untuk menyebut DPRK bertanggung jawab pada serangan cyber ke SPE. “Ada kesamaan kode, enskripsi algoritma, metode penghapusan data,” statemen FBI.


Tuduhan itu dibantah DPRK,”Bukti yang jelas diperlukan untuk menuduh negara yang berdaulat melakukan tindak kriminal.”


“Menghubungkan serangan cyber dengan DPRK lewat kemiripan atau pengulangan, tidak relevan,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri DPRK, seperti dikutip KCNA.


Juru bicara tersebut mengatakan DPRK juga memiliki kemampuan membalas, tapi tidak akan menujukan kepada orang yang tidak bersalah yang tengah berada di bioskop.


“Kami mengusulkan pada Amerika Serikat untuk melakukan penyelidikan bersama kasus ini yang telah memfitnah Pyongyang tanpa dasar,” katanya sembari menegaskan pihaknya punya bukti bahwa sama sekali tidak terlibat di kasus tersebut.


Pernyataan ini memperingatkan konsekuensi serius bagi AS bila menolak usulan tersebut dan memaksa Korut untuk mengambil langkah serius. @xinhua/sita


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment