LENSAINDONESIA.COM: President Barack Obama mengatakan masyarakat Amerika harus pergi ke bioskop tanpa rasa takut, terlepas dari ancaman hacker terhadap film kontroversial. Film tersebut, The Interview, telah ditarik dari peredaran.
Sony Pictures Enterntaiment mengumumkan pada Rabu bahwa mereka tidak akan merilis film komedi berjudul The Interview. Film ini berkisah tentang usaha untuk membunuh diktator Korea Utara Kim Jong-un.
Baca juga: Berkisah pembunuhan Kim Jong-un, film The Interview batal dirilis dan Naskah film Bond terbaru, Spectre, dicuri hacker
Penarikan film ini terkait dengan ancaman hacker yang mengancam akan menyerbu bioskop yang menayangkan The Interview.
Obama dalam wawancaranya dengan ABC News mengatakan ancaman tersebut tidak kredibel. “Serangan siber merupakan hal yang serius. Kami sedang menginvestigasi, kami menanggapi dengan serius,” ujar Obama, mengutip CNN, Rabu (18/12/2014).
“Kami akan waspada, jika kami melihat ada yang serius dan publik akan diperingatkan. Tapi untuk sekarang, saya merekomendasikan agar masyarakat pergi menonton film di bioskop.”
Pejabat keamanan Amerika Serikat menghubungkan serangan hacker – yang berbuntut pada pengungkapan dokumen internal, email dan film yang belum dirilis oleh Sony Pictures Enterntainment – pada Korea Utara.
Pejabat senior juga mengonfirmasi CNN bahwa Obama telah di-briefing tentang penyusupan ke sistem Sony, ancaman bila film ditayangkan, dan tentang kepastian bahwa Korut berada di balik serangan ini.
“Ini sangat berbahaya,” kata pejabat tersebut.
Keputusan Sony Pictures Entertainment telah memunculkan opini bahwa Amerika kalah dari tekanan yang dilakukan Korea Utara. @sita
0 comments:
Post a Comment