LENSAINDONESIA.COM: Di penghujung 2014 ini Tim Patroli Air Terpadu Jawa Timur menggelar evaluasi kinerja 2014. Dalam evaluasi, tim memanggil 21 industri yang diketahui pernah membuang limbah cairnya di Kali Surabaya selama satu tahun terakhir.
“Dari data industri yang diundang ada 30 tapi yang hadir hanya 21. Dalam evaluasi ini, kami menyampaikan daftar industri yang terjaring tim patroli selama setahun dan ada pembinaan dan perbaikan,” kata Koordinator Tim Patroli Air Terpadu Jatim, Imam Rochani.
Baca juga: Pasca diaudit BPK RI, Pemprov Jatim prioritaskan perbaikan DAS Brantas dan Bangunan Hotel di Surabaya krisis pengolahan limbah
Dengan adanya evaluasi melibatkan industri ini, ia meminta agar pabrik bisa segera menindaklanjuti saran tim yang disampaikan melalui paparan. “Banyak industri yang belum punya IPLC (izin pembuangan limbah cair) tapi buang limbah dan masih beroperasi. Ada yang punya izin tapi limbahnya jelek,” ungkapnya.
Namun, tidak semua industri yang hadir memiliki kinerja lingkungan yang buruk. Ada beberapa industri yang kini telah melakukan perbaikan cukup signifikan dengan membangun IPAL (instalasi pengolahan air limbah) sesuai standar.
Kasubid Wasdal Pencemaran Air BLH Jatim, Ainul Huri menuturkan, industri yang sulit melakukan perbaikan rata-rata dari sektor UKM (usaha kecil menengah) seperti pabrik tahu dan rumah potong ayam. “UKM ini dibina Disperindag. Kalau memang UKM digalakkan tapi kinerja lingkungannya buruk ya tetap saja tidak baik,” katanya.
Koordinator Garda Lingkungan Jatim, Didik Harimuko menambahkan, fokus pengawasan tim setahun terakhir yakni limbah B3 (bahan berbahaya beracun). “Ada beberapa industri yang membuang limbah B3 padat menggunakan truk yang tidak manifest dan standar pengelolaannya. Bahkan ada yang digunakan menguruk lahan sekolah seperti pabrik MW di wilayah Gresik,” ungkapnya.
Selain itu, peran BLH kab/kota juga ditekankan agar lebih proaktif melakukan pembinaan dan pengawasan. Ia memisalkan BLH Gresik yang kurang kooperatif membantu kinerja tim patroli. “Evaluasi ini jadi bahan perbaikan kinerja tim dan industri agar tingkat pencemaran di Kali Surabaya bisa lebih ditekan,” pungkas Didik.@sarifa
0 comments:
Post a Comment