LENSAINDONESIA.COM: Meski sudah banyak menelan korban jiwa, masih saja banyak yang menenggak miras oplosan. Kali ini, gilitan Slamet Hari Kartono (27) harus meregang nyawa akibat menenggak minuman ini.
Ceritaya, Slamet yang warga Jl. KH Hasan Genggong RT 04/06 kelurahan Sukoharjo, Kanigaran itu pesta miras di UPTD DLLAJ Kamis (18/12) siang. Miras yang dioplos yaitu satu vodka jumbo, satu bir hitam, satu bir putih dan satu minuman berenergi.
Selesai pesta miras, melanjutkan mabuk di Beejay Cafe di Jl. Dr. Soetomo sekitar pukul 15.00 WIB. Disana mereka memesan lagi dua pitcher bir hitam di room Gold 2. Dengan kondisi mabuk, ketiganya pulang dengan mengendarai motor masing-masing.
Baca juga: Polisi limpahkan berkas penjual miras oplosan ke kejaksaan dan Pemprov DKI Jakarta punya 20 persen saham di pabrik bir
Sebelum meninggal, korban hanya tidur tanpa beraktivitas. “Sekitar pukul 01.00 WIB korban dilarikan ke RSUD Dr. Saleh Probolinggo. Tapi meninggal pukul 04.00 WIB,” kata Budi Hariyono, tetangga korban.
Teman korban berpesta miras, Syukur Laksono (40) diketahui sempat muntah-muntah namun bisa diselamatkan. Polres Probolinggo langsung menggerebek toko jamu di selatan lampu merah Randu Pangger, namun hanya memyita satu botol miras yang sudah dioplos ke botol bekas air mineral. Juga satu botol vodka yang diduga palsu, satu botpl minuman berenergi yang sudah kosong, satu botol bir putih.
Juga disita 40 dus bir putih yang tidak berijin. Kasat Reskoba Sumi Andana mengatakan pihaknya hanya membantu penggeledahan. “Lokasi kejadian ada di wilayah Polsek Mayangan,” ujarnya.@an
0 comments:
Post a Comment