LENSAINDONESIA.COM: Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa warganya yang jadi sandera ISIS, Kayla Mueller, tewas. ISIS menyebut sanderanya tewas disebabkan serangan udara Jordania ke markas ISIS pekan lalu.
“Tidak masalah berapa lama, Amerika serikat akan mencari keadilan pada teroris atas kematian Kayla,” kata Presiden AS Barrack Obama.
Baca juga: Sebelum tertangkap ISIS, pilot Jordania bikin status "RIP" dan Militer Jordania serang pusat pelatihan militan ISIS
Gedung Putih mengatakan Obama telah menelepon keluarga Kayla untuk mengungkapkan rasa duka cita. Obama mengatakan, “Dia (Kayla) menunjukkan hal terbaik yang dimiliki Amerika.”
Jordania membantah menjadi penyebab kematian warga negara Amerika Serikat tersebut. Pentagon sendiri percaya bahwa ISIS sudah membunuh Kayla sebelum serangan udara terjadi.
“Jangan lupakan di tangan siapa yang menyebabkan ia meninggal. Dan jangan lupakan siapa yang paling bertanggungjawab atas kematiannya: ISIL,” kata juru bicara Pentagon, Laksamana Laut John Kirby.
Kematian Kayla membuat keluarga besarnya bersedih dan merilis sebuah surat dari Kayla mengenai penyanderaannya. “Hati kami bersedih untuk satu-satunya anak perempuan kami,” statemen keluarga Kayla.
Kayla bekerja di sejumlah organisasi kemanusiaan di dalam negeri maupun di luar negeri seperti di Israel dan India. Ia terbang ke perbatasan Turki-Suriah pada 2012 untuk bekerja di lokasi pengungsian. Ia ditangkap ISIS pada Agustus 2013 lalu ketika meninggalkan rumah sakit di Aleppo, utara Suriah.
Tahun 2011 lalu, Kayla mengirim sebuah surat pada ayahnya. “Aku sedang mencari Tuhan. Ada yang menemukanNya di gereja. Beberapa lainnya menemukan di alam bebas, beberapa menemukan Tuhan dalam cinta. Aku menemukan Tuhan dari penderitaan. Aku telah diberitahu bahwa tanganku jadi alat Tuhan untuk meringankan penderitaan.”
Tiga warga Amerika lainnya yaitu jurnalis James Foley dan Steven Sotloff serta satu pekerja amal Peter Kassig juga tewas dipenggal. Dua warga Inggris dan dua warga Jepang juga jadi korban, mereka berprofesi sebagai pekerja sosial dan jurnalis.
Juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest mengatakan, “Kami menduga ada warga Amerika lainnya yang jadi sandera,” katanya tanpa mengungkap identitas warga yang disandera.
Diduga sandera ISIS saat ini adalah jurnalis foto John Cantlie dari Inggris yang ditangkap November 2012 lalu. Lalu ada jurnalis Amerika Austin Tice yang menghilang di Damaskus pada Agustus 2012. Pekan lalu keluarga Tice menggelar kampanye untuk meminta perhatian pemerintah. Belum jelas siapa yang menahan Tice dan bagaimana nasibnya kini.@sita
0 comments:
Post a Comment