Friday, February 6, 2015

Djujuk Srimulat meninggal dunia di Yogyakarta

Djujuk Srimulat meninggal dunia di Yogyakarta




LENSAINDONESIA.COM: Indonesia kembali kehilangan seniman terbaiknya. Djujuk Djuwariah atau Djujuk Srimulat meninggal dunia di RS dr. Sardjito karena kanker, Jumat (6/2/2015).


Salah satu menantunya, Quirinto menjelaskan almarhumah dirawat sejak Senin kemarin. Dan sore ini, Djujuk yang berusia 67 tahun akhirnya meningal dunia. “Sore ini beliau menyusul bapak di Surga. Kalau ada kesalahan almarhumah, mohon dimaafkan,” katanya saat dikonfirmasi wartawan.


Baca juga: Polri persilahkan pelawak Tessy ajukan permohonan rehabilitasi dan Heboh! Tessy ditangkap polisi karena nyabu, mencoba bunuh diri


Saat ini, jenazah masih berada di Yogyakarta untuk dimandikan. Setelah itu, akan dimakamkan ke Solo. Selama ini, Djudjuk tinggal di kawasan Sumber, tidak jauh dari kediaman Presiden Joko Widodo.


Djudjuk memang sudah cukup lama menderita penyakit tersebut. Pada 2012 lalu, dia pernah menjalani operasi di Singapura karena penyakit yang sama.


Sebelumnya, anggota Srimulat Mamiek Prakoso sudah lebih dahulu meninggal dunia akibat sakit lambung, 2014. Pada 2007, Basuki juga tutup usia diduga karena serangan jantung.


Srimulat didirikan pada 30 Agustus 1951 oleh Raden Ayu Srimulat, isteri pertama Teguh Slamet Rahardjo dengan nama Gema Malam Srimulat. Pada awalnya Gema Malam Srimulat adalah kelompok seni keliling yang melakukan pertunjukan dari satu kota ke kota lain dari Jawa Timur sampai Jawa Tengah.


Rombongan seni suara dan tari ini memulai lawakan pertama dengan menampilkan tokoh-tokoh dagelan Mataram seperti Wadino (Bandempo), Ranudikromo, Sarpin, Djuki, dan Suparni. Sejumlah tokoh lawak pernah menjadi anggota Srimulat seperti Tarzan, Kadir, Mamiek, dan lain-lain. @sita


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment