Sunday, February 8, 2015

Hendropriyono sebut MoU dengan Proton bukan bikin mobil negara

Hendropriyono sebut MoU dengan Proton bukan bikin mobil negara




LENSAINDONESIA.COM: Kerjasama pembuatan mobil nasional antara Proton Holding s Berhad dengan PT Adiperkasa Cipta Lestari ditegaskan bukanlah mobil negara. Adapun kerjasama yang diteken di Malaysia pekan lalu, adalah business to business (B to B).


“Pabrik mobil nasional (nation=bangsa) yang saya cita-citakan bukanlah mobil negara,” tegas Direktur CEO PT Adiperkasa Cipta Lestari, AM Hendropriyono.


Baca juga: Ciptakan mobil dalam negeri adalah cita-cita lawas Hendropriyono dan Microbus Suryawangsa 2 bakal diproduksi massal


Dituliskan pula bahwa pabrik yang akan dibangun disebut mobil nasional terjadi karena salah kaprah istilah. “Sebaiknya yang bersangkutan belajar dulu istilah-istilah akademik dengan benar,” urai penggawa Hendropriyono Corporation Indonesia (HCI) itu.


Lebih lanjut, Hendropriyono menjelaskan mendapat pinjam dana dari sindikasi beberapa lembaga keuangan luar negeri. Ia menjanjikan bahwa proyek ini merupakan usaha padat karya.


“Insya Allah bisa menampung sampai dengan 6.000 tenaga kerja. Yang saya tahu jangka waktunya sangat jauh lebih lama daripada usaha properti dan lain-lain yang saya geluti, dalam mendatangkan keuntungan perusahaan,” tuturnya.


Adapun maksud menggandeng Proton, adalah hanya untuk kerja sama dalam R&D dan teknik. Atas dasar itu, akan lebih efisien dalam membangun infrastruktur beserta gelar after sale dan networking-nya.


“Kerja sama ini sifatnya B to B. Kami swasta, Proton juga kini swasta,” tegas Hendropriyono.


“Kita harus berterima kasih kepada Presiden Jokowi yang mau diajak PM Najib dan Tun Mahathir, menyaksikan anak-anak bangsa dari kedua negaranya membangun kerja sama menghadapi tantangan negara-negara maju. Seyogianya sebagai pemerintah memacu semangat rakyatnya, untuk bersama-sama membangun negaranya sendiri. Obama pun di Bali menyaksikan kawan kita swasta bertransaksi dengan Boeing Amerika. Itu karena kita beli, apalagi ini yang karena kita mau membangun pabrik sendiri!” tutup Hendropriyono.


Kemunculan Hendropriyono di dunia otomotif memang sangat menyentak. Meski begitu, tangan dingin Hendropriyono membuat segala bisnis yang dipegangnya terus berjalan mulus. Menurut situs http://ift.tt/1zniLv6, memiliki beberapa cabang bisnis yaitu properti dan konstruksi, sumber minyak dan gas, perkapalan, serta finansial.


Karier pria ini bermula dari kantor hukum yang bernama Hendropiyono dan Law Office di 2001 yang diresmikan oleh Presiden Megawati. Namanya berganti menjadi Hendropriyono and Associates setelah enam tahun.


Satu tahun kemudian, tepatnya pada 2006, nama Hendropriyono and Associates berubah lagi menjadi Hendropriyono Corporation Indonesia. “Grup usaha yang membawahi beberapa anak usaha yang kuat di bidangnya,” tulis situs tersebut.


Kalimat yang terpatri di situs tersebut ada benarnya. Tercatat ada perusahaan yang terbilang cukup kuat dari sisi permodalan. Di antaranya adalah Andalusia Bumi Energi, Mega Maroci Lines, Andalusia Antar Benua, and Nusa Konstruksi Enjiniring. Nama yang terakhir sebelumnya bernama PT Duta Graha Indah Tbk yang menjadi pemenang tender dalam proyek wisma atlet Hambalang Bogor. Di perusahaan konstruksi tersebut, kini Hendropiyono duduk sebagai komisaris utama. @sita


alexa ComScore Quantcast

Google Analytics NOscript

0 comments:

Post a Comment